KISAH DI BALIK PRODUKSI AYAT-AYAT CINTA (bag.1)
Aku mulai sadar bahwa tidak mudah membuat film agama. Itulah kenapa ibuku dulu berpesan kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film tentang agamamu: Islam. Awalnya aku cuma tersenyum mendengar kata-kata ibuku. Senyum yang menyangsikan. Sebab pada waktu itu buatku film agama tidak lebih dari sekedar petuah-petuah yang membosankan. Lelaki berpeci dengan baju koko, bertasbih, kadang berewokan, mulutnya nerocos soal ayat dengan cara menghadap kamera. Membuat dirinya tampak suci dengan mengumbar ayat-ayat Quran. Ah, tidak terbayang olehku sebuah film agama. Tapi aku tidak begitu saja lantas menyerah. Aku coba berangkat dari apa yang aku kenal: Muhammadiyah. Lalu merentet ke sebuah nama: Ahmad Dahlan. Hmm, aku memang menyukai film yang mengangkat satu tokoh: Gandhi, Erin Brokovich, Henry V, Shakespeare, Baghad Sigh, Malcom X, dan mungkin juga nanti Sukarno (kalau memang jadi difilmkan oleh Hollywood). Film yang mengangkat tokoh bisa membuat penonton bercermin. Dan Agama adalah cermin bagi manusia untuk senantiasa melihat kembali dirinya: Kotor atau bersih?
Lalu aku membuat proposal Ahmad Dahlan untuk aku tawarkan ke PP Muhammadiyah. Ditolak! Muhammadiyah tidak ada uang, katanya
. Aku cuma bengong saja. Tidak ada uang? Kataku dalam hati. Ah, sudahlah. Mungkin waktu itu aku belom dipercaya. maklum masih kuliah di IKJ semester Akhir.
Lalu kutinggalkan itikadku membuat film Agama. Aku terjun membuat film Cinta: Brownies, Catatan Akhir Sekolah, Jomblo, dsb ... dsb ... Tapi aku tetap yakin bahwa suatu saat akan datang masa aku membuat film tentang agama.
Alhamdulillah, benar. MD Entertainment menawari membuat Film Ayat-Ayat Cinta (AAC).
'Kenapa anda membuat film ini?' Tanyaku
'Sederhana. Pertama, Ini film dari Novel best seller. Kedua, penduduk indonesia 80 persen muslim. Kenapa saya tidak membuat film tentang mereka? Kalau saya minta 1 persen dari 80 persen masak tidak bisa.'
1% dari 80% penduduk muslim Indonesia berarti sekitar 2 juta penonton. dikalikan 10 ribu per tiket. Berarti pendapatan kotor 20 milyar. Kalau bujet produksinya 10 milyar, keuntungan yang didapat 10 milyar.
Aku jadi berfikir, kenapa Muhammadiyah tidak berfikiran begitu ya? Kalau cuma mengumpulkan 2 juta penonton, masa Muhammadiyah tidak sanggup? Bukankah dari 80% tersebut 40% adalah warga Muhammadiyah? Ah, dasar stupid pikirku. Banyak orang Islam tidfak berfikir luas seperti orang-orang Yahudi. Oleh sebab itu Islam selalu dimarjinalkan, mudah diadu domba, dibohongi ... diakali.
Lalu aku mulai memasuki tahap persiapan dan riset.
Wallohu ... Aku melihat islam dari dekat sekali. Sangat dekat. Di Kairo, aku menatap Menara Azhar, aku menyentuh dinding dan lantai Azhar university, aku mencium bau apek baju-baju dan karpet mahasiswa Alzhar tetapi memiliki roman muka bersih dan santun. Aku melihat keikhlasan mereka saat bersujud diatas sajadah buluk. Bibir mereka pecah-pecah oleh panas sekaligus dingin hawa Kairo, tetapi dibalik bibir pecah itu terlantun dzikir panjang menyebut: Alloh ... Alloh ...
Lalu aku melihat seorang syaih duduk bersila dihadapan murid-muridnya. 'Tallaqi' mereka menyebutnya. Aku mendengar seorang melantunkan ayat-ayat Al quran di sudut masjid. Dan juga di pinggiran jalan. Seolah quran bagaikan bacaan novel. Allohu Akbar ... Allohu Akbar. Inikah caramu membuatku dekat dengan agamaku, Ibu?
Darahku menggelora membuat mataku terbelalak. Islam sangat indah. Islam sangat eksotis. Tapi orang-orang islam seperti tidak mengerti semua itu. Orang-orang Islam di Jakarta lebih memilih jalan-jalan ke eropa daripada ke Kairo.
'Saya akan membuat film ini eksotis, pak' begitu kata saya ke producer.
Dan mulailah persiapan dimulai. Semangatku menggelora. Aku baca buku-buku tentang Fiqih dan sunnah. Aku libatkan mahasiswa Al Azhar untuk mendampingiku. Aku sangat hati-hati sekali melakukan ini agar apa yang tertulis dalam novel dengan indah pula tersampaikan lewat gambar. Sebuah film yang lembut, yang indah, yang suci tergambar di depan mataku dan aku yakin sekali bisa mewujudkannya.
Namun semua impianku itu tidak begitu saja mudah diwujudkan.
Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, dan mencemooh. Bahkan ada yang bilang : 'Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh'. ada juga yang bilang 'Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.'
Pada suatu hari ada sekelompok orang datang ke kantor MD, mereka bilang dari organisasi Islam. Mereka datang dengan membawa seorang lelaki berwajah putih dan seorang gadis berjilbab. Mereka bilang ...
'Ini calon pemain Fahri dan ini calon pemain Aisha' sambil menunjuk ke lelaki berwajah putih dan gadis berjilbab itu.
'Kami dari organisasi Islam' lanjutnya 'Kami sangat concern terhadap dakwah islamiah. Kami tidak ingin film Ayat-Ayat Cinta melenceng dari novel dan ajaran Islam. Kang Abik (Nama panggilan Habiburrahman El Shirasy) sudah tahu tentang ini.'
Kami hanya saling pandang dan tersenyum. Aku ... malu sekali.
Tentu saja kami menolaknya. Kami tahu bahwa film ini harus dibuat dengan hati-hati sekali. Kami juga tidak begitu saja memilih pemain hanya semata-mata ganteng dan 'menjual'. Karena itu kami menggandeng ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin sebagai penasehat kami.
Sebelum aku melakukan casting, aku berdiskusi dulu dengan kang Abik. Kang abik sangat concern dengan sosok Fahri. Dia harus turut serta memilih tokoh Fahri. Semula kami membuka casting di pesantren-pesantren. Tetapi hasilnya Nol. Bukan berarti para santri tidak ada yang ganteng dan pintar seperti fahri. Tetapi banyak diantara mereka sudah menganggap 'Film' adalah produk sekuler. Oleh sebab itu banyak diantara mereka tidak mau ikut casting. Saya pernah membaca satu hadist, jangankan membuat film, menggambar manusia saja hukumnya Haram. Nanti di Neraka hasil gambar yang kita buat harus kita hidupkan. Kalau tidak bisa, Malaikat Jibril akan mencambuk kita dengan cambuk api.
Kami melakukan casting lebih dari 5 bulan. Semua yang ikut casting adalah pemain-pemain terkenal. Tapi diantara mereka banyak terjebak pada tuntutan atas 'Kesucian Fahri'. Banyak diantara mereka beracting 'sok suci' dengan melantunkan ayat-ayat dan menyebut asma Alloh dengan berlebihan, mirip seperti ustadz-ustadz di TV-TV. Pernah aku menemukan seorang yang menurutku pas bermain sebagai Fahri. Tetapi lelaki itu tidak beragama Islam. Kang Abik tidak setuju. Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia. Karena film Fedi Nuril sebelumnya menampilkan Fedi ciuman dengan perempuan bukan muhrim. Fedi pun mengakui itu. Yang membuat aku terharu, Fedi menganggap film AAC sebagai media dia buat dekat dengan Islam. Belajar kembali tentang Islam. Karena film ini, Fedi jadi rajin membuka-buka lagi buku tentang Islam. Bahkan Fedi menyadari segala tingkah lakunya yang tidak Islami selama ini setelah memerankan Fahri. Sungguh, baru kali ini aku rasakan dampak film yang begitu besar mempengaruhi keimanan seseorang. Terima kasih kang abik. terima kasih Ibu.
Pada saat kami mencari sosok Aisha dan Maria, semula kami bersepakat untuk mencari pemain Mesir. Tetapi setelah kami melakukan riset disana, sangat mengagetkan. Perempuan-perempuan Mesir lebih tua dari umurnya. Aku mengcasting seorang perempuan mesir bernama Roughda untuk berperan sebagai Aisha. Tidak hanya cantik, tetapi mainnya luar biasa. Tetapi setelah di sejajarkan dengan Fahri, terlihat Roughda lebih pas sebagai kakaknya daripada isteri Fahri. Padahal umurnya lebih muda 3 tahun dari Fedi Nuril. Lalu kami mencari pemain dengan umur 8 tahun lebih muda dari Fedi. Pada saat kami sejajarkan, sangat pas. Tetapi disaat dia berdialog tentang perkawinan, tidak bisa dipungkiri 'kedewasaannya' tidak tampak. Alias belum matang. Kami bingung dan akhirnya kami sepakat untuk mencari pemain indonesia saja.
Tidak gampang mencari pemain indonesia yang cantik sekaligus solihah. Pak Din Syamsudin berpesan kalau bisa pemain Aisha kesehariannya ber jilbab. Lihatlah siapa artis kita yang bertampang Bule yang seperti itu. Hanya Zaskia Meca saja yang berjilbab dan cantik. Selebihnya tidak ada. Sementara itu Zascia tidak bertampang bule. Dia sangat sunda. Pernah kita meng casting Nadine Candrawinata. Dia sangat cantik dan bermain bagus. Dangat cocok pula berdampingan dengan Fedi Nuril. Tapi Nadine bukan Muslim. Padahal Nadine sudah mau bermain sebagai perempuan Muslim. Aku pernah berdiskusi panjang dengan kang abik soal itu. Aku bilang padanya ...
'Suatu hal yang unik, ketika tokoh Maria yang kristen dimainkan oleh seorang muslim, sementara tokoh Aisha yang Islam dimainkan seorang kristen. Ini akan memperlihatkan sikap toleransi dan demokratisasi dalam Islam seperti di India.'
Tetapi kang abik dan pak Din Syamsudin menyarankan untuk jangan bertaruh terlalu besar di film ini. Masyarakat Islam di Indonesia berbeda dengan India. Di India, masyarakat moslem dan Non Moslem sudah terdidik tingkat kedewasaan dalam toleransi, sementara di Indonesia belum. Akhirnya dipilihlah Ryanti sebagai Aisha dan Carrisa Putri sebagai Maria.
Ketiga pemain itu dikursuskan bahasa arab secara privat untuk mendalami kehidupan Muslim di kairo. Mereka sangat antusias. Namun antusiasme itu harus berhadapan dengan kenyataan bahwa mereka juga punya kesibukan lainnya. Ryanti sebagai VJ di MTV dan Carrisa bermain sinetron. Ryanti yang bagiku sangat keteter ketika berperan sebagai Aisha. Asiha adalah sosok yang memiliki beban berat. Sementara Ryanti sebagai VJ MTV harus selalu tampak riang dan ringan. Sering sekali benturan itu membuat proses pendalaman karakter tidak sempurna. Aku frustasi sendiri. Tetapi aku ingat, bahwa di Film ini kesabaranku benar-benar di uji. Impianku mewujudkan keindahan dan kedalaman Islam terbentur oleh kenyataan sebaliknya: Ringan, Riang, Hedonistik dan Pop. Apalagi ketika producer tiba-tiba berubah pikiran melihat kenyataan penonton Film Indonesia banyak di dominasi anak-anak muda yang pop, ringan dan tidak menyukai hal-hal bersifat perenungan. Dia lantas ingin mengubah karakterr film AAC menjadi sangat pop seperti Kuch Kuch Hotahai ... Tuhanku! Tuhanku! selamatkan film ini ...
Tidak jarang aku berperang mulut dengan producerku ketika meminta adegan Talaqi dibuang. Karena boring dan membuat penonton mengantuk. Lalu beberapa adegan yang bersifat perenungan, seperti pada saat Fahri dipenjara dan menemukan hakikat kesabaran dan keikhlasan dari seorang penghuni penjara yang absurd (dalam novel digambarkan sebagai seorang professor agama bernama Abdul Rauf), Tetapi di Film saya adaptasi sebagai sosok imajinatif, bergaya liar, bermuka buruk tetapi memiliki hati bersih dan suara yang sangat tajam melafatskan kebenaran. Semua adegan itu diminta untuk dibuang atau dikurangi dan lebih mementingkan adegan romans seperti AADC ataupun Kuch Kuch Hotahai ...
Sabar ... Sabar ... Ikhlas ... ikhlas!!!
begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan ... cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam ...
La haula wa kuwwata illa billahi ...

Mas Hanung, nanti kalo udah jadi filmnya goes to Melbourne ya...insyaallah komunitas muslim di sini (terutama Indonesia) pasti suka deh....
sukses utk filmnya ya!
Posted by: NUNI | November 29, 2007 08:37 PM
Mas Hanung, aq dah baca blog dibalik AAC, awal aq tahu kalo AAC bakal difilmin, aq emang rada gmana gitu, soalnya novel ini yang buat Islamku makin kuat, sueer, novel yang bener2 nyerap ampe ke jiwa, ampe ga takut lagi cobaan apapun yang bakal dateng, karena dibandingkan sosok fahri yang bener2 tawakal banget,ternyata cobaanku jadi kerasa ga ada apa2nya, ampe aq jadiin sosok fahri fiktif sebagai idola tercool, keren deh,yang bisa aku lakuin cuma berdoa n support mas semoga, filmnya sedahsyat bukunya n jadi film pembangun jiwa sebagaimana bukunya, Semangat MAS, Kalo niat baik Pasti ALLAH ngasi jalanNYA, SemangaAAAAAAAt
Posted by: david | December 2, 2007 04:41 PM
Wah.. aQ jd penasaran sama film ini. Mudah2an film ini sukses ditengah maraknya film horror yg monoton dan jarang yg berkwalitas. Aq yakin mas Hanung bisa membuat film ini menjadi sesuatu yg berbeda. Tetap semangat dalam berkarya,, hehe.. padahal aq pengen banget jd movie maker... Good luck.. Allah memberkati..
Posted by: Firman | December 2, 2007 07:24 PM
All the best for AAC! I REALLY REALLY REALLY hope the movie will be premiered in Malaysia!
Ganbatte Kudasai!
Posted by: aifa hazwani | December 14, 2007 06:53 AM
Mudah²an akan ditayangkan di Malaysia! Tidak sabar untuk menunggunya. Tak sabar!!
Posted by: Yeop | December 17, 2007 02:16 PM
Ada baiknya mas Hanung kembali 'benar2' belajar tentang Islam. Saya mendukung keinginan mas hanung untuk menyelamatkan film ini. Tapi tolong jangan setengah2. Selamatkanlah dengan benar2 selamat. buatlah film islami yang eksotis, namun benar2 Islami.
Bukan film Islami yang di dalamnya hanya ada ustadz yang sok suci, tapi juga bukan film yang mengumbar dunia remaja.
Saya sudah melihat trailer film ini. Terus terang, ada beberap adegan yang membuat saya kecewa. dan menimbulkan perasaan yang menyakitkan tentang harapan yang indah. kenapa harus ada adegan saling bersentuhan? seperti waktu Aisha (atau Maria mungkin?) memegang dadanya Fahri. Itu sangat tidak sesuai dengan Islam. dan meski bagian dari sebuah film yang menuntut adegan yang hidup, itu jelas sesuatu yangmenodai keindahan film ini.
Mas Hanung, saya, teman2, dan semua pecinta film mas Hanung, serta semua muslim yang mencintai AAC, mereka yang tergugah hatinya karena membaca novel ini, menggantungkan harapan yang sangat besar kepada Mas Hanung.
Perjuangkan film ini, dengan sepenuh hati. Jangan biarkan satu adeganpun merusak keindahannya. Karena seperti rangkaian nomor dalam telepon. satu angka saja kita salah memencetnya, panggilan tidak akan sampai.
Seperti rangkaian irama musik yang indah, satu not saja salah, keseluruhan musik itu jadi kehilangan keindahannya.
Perjuangkan kesucian film ini mas.. bukti bahwa sesuatu yang indah, kesusksesan sebuah film, bukan hanya selalu harus dibumbui dengan hal2 yang sesuai dengan selera pasar.
tq..
Posted by: Dian | December 18, 2007 10:00 PM
Mas Hanung, Terharu membaca uraian diatas, Sabar and Tetap Semangat ya...
Salam,
-Nirma-
Posted by: Syahrul | December 20, 2007 10:19 PM
Mas Hanung jangan pernah menyerah untuk memperjuangkan Islam lewat apa yang mas bisa,terutama di film........
Jujur aku udah bosen liat film yang cuma mengumbar romantisme kosong yang akhirnya cuma mendorong penonton untuk menjauh dari ajaran agama........
Aku harap film AAC ini emang bikin kita tambah ngerti tentang Islam, tambah kenala akan keindahan Islam, dan rindu untuk terus dekat dengan Islam.....
Amin....wass.....
Posted by: Ario | December 21, 2007 08:53 AM
mas hanung blognya jujur banget.. bagus banget.. bikin tambah penasaran pengen liat filmnya kalau udh jadi. bwt gw ini jadi slah satu film yg must have to see bwt taun 2008. kapan filmnya dilaunching dong? udah ga sabar. btw kata2nya bikin terharu lho!
Posted by: Heny | December 26, 2007 02:00 AM
seberat itukah perjuangan seorang sutradara ?
ternyata sutradara pun harus menulis kisahnya sendiri, sang sutradara menuliskan kisahnya sendiri...
terlepas dari mampu atau tidaknya menerjemahkan novel islami, saya salut...amat salut pada Mas Hanung yang merelakan fikiran dan waktunya untuk mengambil resiko...
tak banyak sutradara yg mampu berbuat begitu, kebanyakan hanya ikutan arus, ikutan tren, lalu karyanya dilupakan seiring dengan waktu...
smg dimudahkan langkah dan jalannya, semoga kami para penonton dan pembaca AAC mendapat pelajaran yg sama berharganya dengan yang sutradara dapatkan...
apa Bang Fedi juga punya blog? mungkin beliau juga ingin menuliskan kisahnya di sana?
Posted by: ana | December 26, 2007 08:47 PM
Assalamu'alaykum wr. wb.
Saya lumayan suka sama novel ini. Walaupun ada hal-hal yang tidak begitu sesuaid dengan pemikiran saya.
Tadinya sih ngga pernah punya niat untuk baca novel ini. Tapi, waktu silaturrahim ke rumah dosen, istrinya bercerita dengan semangat tentang novel ini jadinya pengen baca.
Saat dipinjamin temen novelnya, saya membaca novel ini less than 24 hours. wooouw!
Pertama kali dengar mau difilmin, seneng banget, lumayan bisa jadi syi'ar Islam neeh. Tapii...
Posted by: Lathiyfah | December 27, 2007 11:00 PM
Tapi.. apa?
Tapi, koq proses pembuatnnya ngga sesuai syari'at ya?
Maksudnya, pemainnya yang berperan sebagai suami istri, melakukan adegan bersntuhan, padahal sebenarnya mereka tidak diikat oleh hubungan apa-apa, saya tidak ingin berbicara tentang konsekuensi bersentuhan dengan yang bukan mahrom, saya rasa semua juga sudah tahu, konsekuensi yang harus ditanggung dari Allah apa,..
tapi, saya akan jauh lebih menghargai film ini, jika bukan hanya jalan ceritanya saja yang diperjuangan dengan begitu berat oleh sang sutradara (salut!), tapi juga pembuatan film-nya dilakukan secara syar'i.
Gitu aja deh..!
Semoga bisa diambil pelajaran dari film ini, saya tunggu karya yang selanjutnya, (semoga bisa dikerjakan dengan syar'i secara kaffah)!! amin...
Posted by: Lathiyfah | December 27, 2007 11:05 PM
mas hanung saya penggemar film2 mas hanung...semoga semakin berjaya
Posted by: wuyuri | December 29, 2007 04:47 AM
ma'ad du'aina lakum bi taufiq wan najah...
Semangat terus,Pak !.
Posted by: Iroquist | December 30, 2007 05:52 PM
mas hanung, saya seneng sekali mas hanung akhirnya memproduksi film islami, kan boring kalo filmnya ttg pacaran melulu yg gak jelas dan gak mendidik itu..mg saja berkat film ini mas hanung semakin bersemangat untuk menyutradai film2 islami yg laen..
ingat mas apa yg kita lakuin di dunia ini ntr akan ada blsnnya..
kalo karena film ini, ntr banyak orang yg menonton jd pada berubah lebih baek dan semakin kembali ke islam, wah itu investasi buat mas hanung di akhirat nanti...subhanallah mas brp amal kebaikan yg bakal mas dpatkan..
so semangat mas ya, jgn pernah kendor buat film yg berbobot dan bermanfaat...
semoga Allah selalu memberikan hidayah buat ms hanung...amiiiiin
Posted by: miftahul | December 30, 2007 11:41 PM
semangat ya mas ku tunggu lho filmnya...
Posted by: rika | January 5, 2008 07:44 AM
assalamu.alaikum....
wah mas ik ngerasa terharu banget baca kisah dibalik layar aac ini, sama asyiknya kaya baca novel azah, heuehueheu...
jadi sedih juga ngelit pejuangan mas yang wah subhanalloh....
meskipun banyak yang beranggapan pembuatan film ini tidak syari secara kaffah, tapi menurut ik dakwah itu harus step by step, klo langsung orang malah takut untuk mengenal islam belum apa apa dah ditakut2 tin ma yang namanya dosa, nah ini lah salahnya syiar islam sekarang ini, banyak orang2 menakut2ti meskipun itu benar, dan itu membuat orang malah jauh ma islam karena takut duluan, klo menurut ik ini step awal yang bagus untuk syiar karena kita melakukan pendekatan secara berlahan2 untuk menyampaikannya, lewat kebiasaan2 kaum muslim yang belum mengenal islam secara kaffah... yach semangat aza mas......
Posted by: sitya | January 9, 2008 04:11 AM
1. Salam kenal buat Mas Hanung.
2. Saya sungguh salut atas perjuangan Mas Hanung dkk.
Semoga segala perjuangan Mas Hanung diridhoi & diberkahi Allah SWT. Amin.
3. Boleh nanya nggak Mas?
-Untuk mencari pemain,sbg alternatif mencari 'artis' baru, apa sdh mencoba mencari aktivis2 kampus? Banyak jg lho aktivis yg cakep...he he.
-Kang Abik misal diikutsertakan jd pemain gmn Mas?
4. Novel KETIKA CINTA BERTASBIH dan DALAM MIHRAB CINTA, bagus juga lho Mas kalo difilmkan...insya Allah.
Ok Mas...tetap semangat! Semoga sukses!
(sidiqgandi@plasa.com)
Posted by: sidiqgandi | January 10, 2008 02:22 AM
Slm kenal mas Hanung........ Kok mesti Fedi Nuril sichhhhh...apa ng ada yang laen....menurut saya Fahrinya di perankan oleh Rizki Hanggono aja kayaknya lebih cocok dech. Kan tampang Arab dikit tuuuuh....n Aishanya di perankan oleh Nabila Syakieb....
Saya tunggu filmnya ya mas....
Posted by: MeNGoT_dHika | January 12, 2008 07:38 AM
Assalamu'alaikum wr.wb
Mas Hanung.....
Pertama-tama salam kenal. aku salah satu orang yang mengidolakanmu coz aku pengen banget jadi sutradara handal (seperti kamu) sejak dulu.tapi, aku bingung kenapa film2 yang mempertontonkan tentang kehidupan remaja yang hura2 dan bebas yang malah laku dikonsumsi.Namun, setelah aku dengar AAC difilmkan apalagi sutradaranya adalah seorang Hanung...aku kaget sekaligus seneng..aku harap film ini jadi angin sejuk di dunia perfilman indonesia dan juga di hati para penontonnya. Amien...
Mas Hanung..aku salut...
Posted by: habeg | January 16, 2008 09:33 PM
Salut2 dengan perjuangan mas Hanung dalam menggarap proyek ini, yang bisa dikatakan prestisius.
Setelah saya membaca semua di balik produksi AAC, saya yakin bahwa kerja keras mas dan semua kesulitan2 yang dihadapi,akan berbuah keberhasilan dengan banyaknya penonton.
Saya yakin bahkan insya allah bisa melebihi Nagabonar Jadi 2.. Aminn
Posted by: ChAnDrA | January 20, 2008 06:51 PM
Assalamu'alaikum....
Senang rasanya mendengar ayat-ayat cinta difilmkan. saat pertama kali membaca novelnya,saya sudah membayangkan seandainya novel ini difilmkan pastinya akan sefenomena novel tersebut. waktu saya mendengar mas Hanung yg jd sutradaranya, saya senang sekali. Pastinya film tsb akan sebagus dan sebooming novelnya.. Insya Allah... Amien
Posted by: EttY | January 20, 2008 07:49 PM
assalamualaikum..
pertama kali tau AAC mau difilmin, aku ngga yakin. emang bisa gitu? nyari fahri? nyari aisha? syuting jauh banged? biasanya kan film indonesia paling sutingnya di amrik. ini mesir gituuu... budayanya bedaaaa banged! apa kuat artis2 indonesia di sana?
tapi aku tau klo this can be happen setelah tau klo sutradaranya adalah seorang hanung bramantyo.
baca artikel ini bikin aku terharu. selain terharu sama proses pembuatannya yang susah, aku terharu banget sama behind the scene-nya. menyentuh dinding dan tembok al azhar. melihat para santri bertasbih. subhanallah.. baca artikelnya aja aku terharu, apalagi datang ke sana langsung. menyentuh dinding dan tembok al azhar..
aku doain lancar semuanya.
dan, film ini berguna buat penonton Indonesia. jangan takut sama komentar2 negatif orang. keep on dGood job!
Posted by: iLa | January 20, 2008 10:25 PM
mas hanung,..jujur ketika tau AAC akan difilmkan,..saya mengerutkan dahi,..bagaimana bisa menuangkan imajinasi yang begitu indah dan mendekati sempurna(mungkin),..dituangkan dalam sebuah film,.butuh biaya yang pastinya tidak seberapa,..saya sempat sangsi juga apa filmnya bakal bagus,..tapi pas liat trailernya,..mmmh,..eksotis,..dan membuat saya penasaran,..two thumbs up!!
film yang sangat ditunggu2,..
oia mas,..kalau berkenan,.add FS saya tienz_49kyut@yahoo.com
tetap semangat!!ganbate,..
Posted by: melly | January 22, 2008 12:50 AM
assalamualaikum...
moga2 filmnya seindah novelnya yah...amin...
Posted by: Intan | January 23, 2008 12:32 AM
assalamualaikum...
semoga mas hanung dikaruniai kekuatan untuk berbuat lebih baik dan lebih banyak untuk islam,dan AAC inilah titik baliknya.,.selamat berjuang mas..semoga ALLAH meridhoi perjuangan mas...
Posted by: Mahe | January 27, 2008 06:27 AM
Assalamu alaikum wr. wb.
Mo ikut nimbrung y...
Sosok Fahri merupakan sosok yang begitu diidolakan banyak orang, baik laki2 ato perempuan..
para Perempuan pengennya seh dpt cow kyak dy..
sedangkan para laki2 pengen meniru tabiat dia..
Sialnya, tdk mudah mencari sosok yang pas buat memerankan Fahri..
makanya aq salut aja buat mas Hanung yg memilih Fedi Nuril...
Tapi....
Aq g cocok ama sosok Aisha yg malah diperankan ama VJ Rianti..
Apa jangan2 ga ada sosok Aisha di Indonesia y???
Btw,smoga dy jd muallaf aja..
Amin..
Posted by: Sigit | January 28, 2008 09:39 PM
salam.......
film nya keren!!!! subhanallah
Posted by: upEe | January 29, 2008 05:19 PM
Assalamualaikum...
Tapi setahu aq bukannya pemeran Aisha (VJ Rianti) adalah Muslim, karena dari Kang Abik sendiri kan tidak setuju kalo pemeran Aisha bukan muslimah...
(kalo saya salah mohon di ralat yach...)
Wassalamualaikum....
Posted by: TINI | January 31, 2008 01:20 AM
sewaktu aku dengar AAC mw dipelmkan...aku dan teman2 mulai berdebat siapa pemeran fahri, karena terobsesinya kita untuk mendapat jodoh sepertinya!(siapa yang tidak mau...)
ternyata tebakanku benar kalo yang akan menjadi fahri itu fedi nuril..
semoga AAC dapat diterima dengan antusiasme yang positif seperti novelnya
semoga berhasil, MAs
Posted by: Ayi_Nee | February 1, 2008 09:49 PM
Assalamu alaikum Wr. Wb.
Sigit nimbrung lagi niy...
Bwt,upEe...Stahuku seh yg Islam tu yg meranin Maria...
Bukannya Aisha (VJ Rianti).
Padahal waktu pertama baca novelnya dan mulai berfikir jika difisualisasikan lewat pilem, menurutku seh yg lebih cocok meankan sosok Aisha tu para Anggota Grup DEBU..
Kan mereka rata2 orang Asing, Muslimah, pke Jilbab lagi...
Tapi, berhubung dh slese syuting apa boleh buat...
Skali lagi aq harap VJ Rianti mndpt Hidayah dari Allah...
Amin
Btw, koq AAC mulai beredar 28 Februari ya..
Lama buangeth,cz dh g sabar lihat Pilemnya neh..
Buat Mas Hanung, Salut buat segala perjuangannya dalam membuat AAC..
Salam Kenal yach..
Posted by: Sigit | February 4, 2008 06:27 PM
Alhamdulillah. AAC sesungguhnya dalah sebuah kisah cinta bercirikan keislaman yang terindah pernah saya baca. Ketinggian semangat Mas Hanung dalam mengadaptasikannya dari sebuah novel amat saya kagumi.Tak sabar melihat hasilnya melalui jerih payah yang Mas Hanung lalui. InsyaAllah akan sampai ke Malaysia, suatu hari nanti. Allah hu Akbar.
Posted by: Adrian | February 8, 2008 03:24 AM
Ini film yang bener2 aku tunggu,,
dan semoga, slain bisa lebih mendekatkan kita dengan Islam dan dengan Allah,,
film ini bisa memperkuat iman dan keyakinan bahwa masi banyakkk... laki2 islami yang akan membawa wanita2 ke surgaNya,, amin,,
sukses mas,,
Posted by: ' MoNTisA ' | February 9, 2008 03:05 AM
wow... nyangka perjuangannya segitu beratnya... keep movin mas hanung...caiyo..percaya dech bukannya mo sukses itu jalannya berliku...mang susah juga antara idealisme moral dan menjual..caiyoo mas hanung...
Posted by: wied | February 9, 2008 11:48 PM
wah kyakna rame ngikut ah
Posted by: DooMs | February 10, 2008 06:35 PM
ga sabar nunggu film ini Om!!
Posted by: IRSHADI BAGAS 1 | February 12, 2008 08:50 AM
mas Hanung,,Barakallahu laka, semoga Allah memberkahi mas...sukses selalu...
seorang pelajar di banjarmasin
Posted by: aRdeE | February 14, 2008 12:00 AM
Assalamualaikum War.ab
the great novel,the great movie's too...im so proud of yu all...i hope allah swt to make great full of iman for all too...aaamiiin...ALLAHUAKBAR..ALLAHUAKBAR
LOVE YU ALL
BEST REGADS
INDRI
Posted by: Indriati | February 19, 2008 01:25 AM
assalamu'alaikum wr.wb
duh... g sabar neh mo nonton film'a!!moga z cerita'a sama m novel'a.....
Posted by: Sora | February 25, 2008 12:23 AM
sukses buat mas hanung
Posted by: anik | February 26, 2008 01:36 AM
Subahannallah ak dah nonton FiLm nya
AAC menurut Ku FiLm ini Bagus bgt dan bisa dijadikan Contoh oleh" anak" muda Zaman sekarang Yg tlah banyak dimasuki oleh budaya" barat yg negativ,. Yg tdk lg berpedoman kpd islam and al Quran Nul Karim,.
aku salut sm Mas HAnung and ak berharap kedepannya harus lebih banyak LAgi Dibuat FiLm sperti ini dan bisa dijadikan sebagai fiLm PEncerahan Hati,.
ak berdoa smg mas harus trs maju dng FiLm Bernuansa Islami dan bs mendidik anak muda indonesia lbh mencinta ISLAM,.
Posted by: aLoy | February 27, 2008 07:00 PM
Mas Hanung .. kasih response dong di review movieku tentang film Ayat² CInta .. di
http://deconlabel.com/2008/02/28/ayat-ayat-cinta-the-movie-my-review/
kali aja ada saran dan ide yang nyanthol .. :) thanks a lot
Posted by: TiNTiN TeGuH | February 28, 2008 05:40 AM
ass.
filmnya mudah2an keren ya
mas...
cz aku belum sempet nonton.
tapi aku percaya mas hanung ga mungkin mengecewakan orang banyak.
jadi ga sabar nonton filmnya...
chayo mas..
Posted by: mutiara | February 28, 2008 06:49 PM
Assalamu alaikum wr.wb...
Sigit nimbrung lage neh..
Pilemnya oks buangeth, Mas...
Gara2 niy pilem banyak orang penonton yang nangis,(termasuk aq c,hee...)bahkan ampe ada yg terisak-isak lage...
Awal pilem ampe akhir q suka bgt,Mas..
tp, endingnya q g suka..
Kayak ending sinetron2 MD aja...
Btw, koq byk adegan yg dihilangi n diganti dg adegan yg tdk ada di Novelnya y??
Masak, Maria bisa hidup serumah ama Aisha n Fahri??????
Trus kematian Maria g seharu di Novel yg sblm mati ketemu ama Bunda Maria...
Offer All...
Q tetep suka pilem ini koq n bwt org2 yg dh under ustimate ama niy pilem silakan under ustimate alias su udzon terus...
q rasa MD g bakal rugi telah memproduksi niy pilem,cz animo masyarakat...beeh...benar2 besar, Mas...
Smoga Imanq terus dan terus bertambah..
Amin...
Doain y, Mas..
Posted by: Sigit | February 29, 2008 06:56 PM
Ass, mas hanung. Filmnya bagus, aq sampe penasaran mau nonton lagi. gak kayak film2 indo yg lain, sukses ya buat mas hanung.
Posted by: yusron | March 1, 2008 12:52 AM
sip wez..............
Posted by: gOezTie | March 1, 2008 04:28 AM
Ass,Mas Hanung. Film AAc-nya buagus puol.... top margotop dah...
ato kata bunda hety...bagus...bagus...bagus...
1/4 bagian pertama aq dah nangis, saking terharunya, ampe mataku bengkak...
dulu wktu aq bc novel AAC (taun 2005) aq smpet mikir, klo nih novel di film-kan hasilnya bakal bgs. tp sempet ragu juga, gmn mo bikinnya, tmptnya aja jauh disono (mesir, duit dr mana? scr ekonomi indonesia lg ga bgs....
tp setelah aq denger novel ini mo di film-kan (trutama ama mas hanung)aq jd bharap bny klo filmnya bakal bgs....
alhasil...EMANG BAGUS BETOL...
walopun ga sama sdkt (mungkin adaptasi dr novelnya kali...)
pokoknya salut ma mas hanung...
keep moving...!
oia, mama+papa ku nonton lho... kt beliau2 bagus...
Posted by: Afini | March 1, 2008 04:57 PM
Assalamu'alaikum...
Saya salut banget dgn semangat n kesabaran Mas Hanung membuat film ini..
Sama sekali gk ada kesan money-oriented alias kejar setoran..
Punya visi & misi berkarya yg mantabh.. dan alhamdulilah ada hikmahnya y Mas..
Feel Islaminya dapet banged !! :)
Btw sy udah nonton film AAC nya.. tp kok rada beda y dari novelnya??
Di film, kecemburuan Aisha terhadap Maria kelihatan banged.
Hmm.. tp teteup kok.. TOP deh film AAC ! lumayan bikin nangis.. hehehe..
Tetap semangad Mas.. !! :D
Oiy, titip salam buat Kang Abik y..
Wassalam.
Posted by: NEmo neNO | March 2, 2008 08:40 AM
mas hanung pokok'e top banget deh, sedari dulu nunggu film yang islami dan menyentuh, ternyata Ayat-ayat Cinta yang diambil, ok deh mas... filmnya bagus kok.. no's body perfect! gak ada yang sempurna didunia ini kelebihan dan kekurangan itu menjadi pengalaman buat kita dan bisa menjadi tolak ukur buat kita, jangan hiarukan orang yang mencemooh, belum tentu dia bisa melakukan hal kayak gini. yang penting sudah berusaha dengan niat dan doa yang ikhlas dan tulus, ini mungkin sudah kehendak-Nya kok. tapi mas kalo yang jadi Maria atau Aisahnya NABILA SYAKIEB pasti cocok deh mas, dia kan mukanya tampang arab muslim juga lagi, emang waktu mikirin yang dicasting gak kepikiran Nabila Syakieb ya?
Posted by: febri | March 2, 2008 08:45 AM
ASS.
Saya tau betapa susahnya membuat film yang bisa diterima masyarakat luas. apalagi film yg dibuat mengambil cerita dari sebuah novel yang laris. tapi bagaimanapun org2 membandingkannya saya pribadi sgt salut dg mas hanung yang mampu memvisualisasikan secara baik walaupun dengan keterbatasan yang ada.
Semoga semakin banyak lagi film2 bagus yang dibuat.
Posted by: Marlinda | March 2, 2008 07:00 PM
Congrat! Saya selalu bangga pada orang2 yang berani emutuskan dan emmbuat pilihan. Rasa bangga saya juga mencuat ketika teman saya, Andrea Hirata akhirnya memfilmkan bukunya, Laskar pelangi. Hmmm...kapan giliran tulisanku? heheheh *sedang mencoba terus* (Wina Bojonegoro)
Posted by: Wina | March 3, 2008 01:33 AM
mas hanung,...selamat,....
filmnya bagus sekali,...
sebagai seorang muslim terus terang saya kurang mendalami arti cinta dalam makna islam,...
setelah menonton film ini,..matahati saya terbuka akan kebesaranNYa,...
smoga tambahn produktif menyajikan film2 yang bermutu seperti ini diantara perfilmman indonesia yang masih berkutat pada film2 mistik atau cerita2 cinta remaja yang kurang masuk akal yang mengatas namakan realita yang terjadi dikalangan anak muda,....
pemilihan cast nya udah pas sekali,...salut tuk fedi,rianti,carisa,dan pemain lain,....
congratz,....^0^
Posted by: - MoNiKa - | March 3, 2008 07:15 AM
Suudah banyak yang kasih koment..
tapi ga apa deh..,
filmnya bagus.., salut buat mas hanung yang udah berdebat sama producer soal adegan-adegan yang bersifat pernungan..
mudah2an ke depan bisa buat karya yang lebih berbobot lagi..
(untung jadi adegannya, justru adegan dalam penjara itu yang sangat menyentuh buat saya, dan sudut pengambilan gambarnya bagus.. jadi inget lukisan-lukisan ttg peristiwa)
Posted by: Abdurahman | March 3, 2008 07:39 AM
Ass Wr Wb,
Alhamdulillah ternyata mas Hanung memang sangat perduli dengan Islam dan kualitas film Indonesia. Dan selamat atas keberhasilan AAC untuk menarik penonton kembali ke bioskop.
Namun sayangnya, AAC dalam bentuk film layar lebar dan buku sangat bertolak belakang. Saya baru 2x membaca buku AAC dan setiap kali membaca selalu berurai air mata teringat akan kebesaran Allah SWT.
Tetapi setelah melihat film AAC, sulit bagi saya untuk melihat AAC sebagi film Indonesia yang Islami. Maaf mas Hanung, terus terang yang saya lihat adalah film roman yang ditempeli label Islam.
Hanya saja setelah membaca kisah dibalik produksi AAC, saya baru paham mengapa film AAC tidak sesuai dengan harapan saya.
Namun saya haqul yakin, buat penonton yang belum sempat membaca buku aslinya, maka film AAC merupakan film yang baik.
Menurut pendapat saya, kelemahan film AAC adalah:
1. Pemilihan pemain utama yang kurang pas, dengan akting yang (maaf) pas2an.
2. Setting dan karakter yang tidak sesuai, i.e., baju Noura yang "membentuk" tubuh, penggunaan cadar yang tidak sesuai, karakter Aisha yang "agresif", penggambaran orang Mesir yang asal main gampar.
3. Suara musik sebagai background yang berlebihan dan terlalu keras sehingga penonton harus bekerja keras untuk menghayati jalannya cerita.
Sebelumnya mohon maaf bila tidak berkenan atas komentar saya, namun ini hanya pandangan saya yang sempit. Dan mas Hanung sudah mengungkapkan bahwa permasalahan pertama dan utama yang timbul adalah "anggaran vs idealisme vs laba", sehingga film AAC saat ini adalah usaha terbaik dari mas Hanung di bawah tekanan yang sangat berat. Salut atas kerja keras mas Hanung, dan sejatinya Allah SWT akan selalu menguji keimanan hamba2Nya. Akhirulkalam, saya terus mendukung mas Hanung untuk terus berkarya.
Wassalam
dubes
Posted by: duta | March 3, 2008 06:10 PM
Bagus bgt......,
Terlepas dari sama tidaknya novel ma film, tapi buat saya it's a great movie.
Salut buat mas hanung, kapan lagi nich buat film yang bertema lagi?
Di Semarang aja tiketnya sold out.
Posted by: triyas | March 3, 2008 06:43 PM
aku pengin banget nonton film ini, terlepas dari film ini islami atau tidak, bagi saya, film bagus (apalagi sudah banyak diperbincangkan banyak orang), maka harus di tonton dunk
Posted by: jo | March 4, 2008 04:46 AM
congrats ya!!!
SALUT!
SUKSES BWT FILM2 SESUDAHNYA....
moga jadi tabungan dakwah..amin...
Posted by: 'dind | March 5, 2008 10:19 AM
kweren bwnget mas filmnya
Posted by: evy | March 7, 2008 10:42 PM
TRIMAKASIH telah membuat sedikit penjelasan dibalik tertuangkannya sebuah novel yang mebuat bulu kuduk ku meremang dan mebuat aku berhari-hari bahkan sampai kini susah memikirkan apa ada makhluk yang seperti fachri...? dan terimakasih walau sebenarnya aku selalu terlambat dalam segala sesuatu..baik membaca novelnya..mengetahui kalo novelnya mau difilmkan dan terlambat mengomentarinya...
sebenarnya sebelum melihat blog ini aku sempat penasaran sampai aku beberapa hari lalu sampai saat ini masih merasa sanggggatttt kecewa dengan adegan demi adegan film ACC yang aku tonton tsb...aku mau melempar kesalahan siapa ya..?aku mau menyalahkan pemeran, aku mau menyalahkan sutradara, bahkan aku mau menyalahkan kang abik yang kupikir tidak begitu turut campur tangan dalam pembuatan film ini....
baru setelah membaca tulisan si mas sutradara diatas aku baru sedikit bisa memahami nya, kenapa filmnya jauh dari cerita dalam novel dan sangat jauh dari nilai..nilai Islami,..dan bahkan maaf niatku yang mau menonton abis film ini jadi urung setelah beberapa adegan saja ditayangkan..apalagi ketika aisya tidak mampu untuk tetap berhijab kepada sesama pemain apalagi kepada para penonton...sunggguh saya akan sangat mengimpikan sucsesnya film ini namun bener-bener yang islami sesuai kaidah...salaut saya pada kang abik..sungguh disanalah letak keunggulan Mu kang,...
satu nasehat saya...jika boleh...memang...segala yang kita lakukan itu walau dalam pentas drama..itulah cerminan sosok kita yang sebenarnya..jadi..untuk kedepan...memang harus dicari semua yang terlibat didalam film adalah mereka yang paham dan menjiwai serta berniat tulus akan perjuangan Syariat Islam..maka disanalah...mungkin Dia itu akan menurunkan berkah dan Hidayahnya..Wallahu'alam...
Posted by: ahmad | March 8, 2008 08:49 PM
saya rasa untuk yang belum membaca novelnya tidak akan merasa keberatan dengan film ini. bagi saya memang berat untuk membuat sebuah film berdasarkan novel. ya benturan benturan politiknya tentu ada. keputusan anda untuk memakai Leroy Usmani sebagai pengacara Fahry yang berkebangsaan Indonesia patut saya acungi jempol. walau aktingnya Leroy saya tidak suka tapi pemilihan orang Indonesia sebagai pengacara Fahry sangat penting untuk menyentil kedutaan kita yang tidak bisa berbuat apa apa saat TKW kita di perkosa. hanya saja penggambaran Fahry disini kok sedikit arogan terhadap istrinya? saya lihat ketika Maria sakit dia dengan gampang teriak ke Aisha "panggil suster!!!" duh galak sekali Fahry yang di film. sekalipun dalam keadaan sangat mendesak sebaiknya dia jangan membentak bentak istrinya seperti itu. kenapa tidak dia saja yang mencari suster? ini berkaitan dengan penggambaran Islam memperlakukan wanita seperti yang digambarkan oleh Fahry kepada Alicia.
Kalau untuk nuansa Islami, ya bagaimana, anda meminta dana kepada produser yang lebih mementingkan materi dari pada moril. dariawal produser anda sudah bicara mengenai 1% kan? bagaimana mungkin dia bisa mengerti alam pemikiran pembaca setia novel AAC yang justru membaca novelnya karena adanya sentuhan Islami di dalamnya. sentuhan Islami yang demikian indahnya.
Anyway, anda membuat film yang luar biasa bagusnya. walau saya menangkap ada dua puncak disini, pertama ketika Fahry disidangkan, kedua ketika masalah poligami. sesuatu yang sebetulnya tidak begitu di tonjolkan di novelnya.
Posted by: Rama | March 10, 2008 03:52 AM
baru baca blognya udah bikin tersentuh.... sampe merinding bulu kudukku membayangkan kata demi kata dari mas hanung...
Posted by: Masdede | March 10, 2008 10:13 AM
Mas...
Tarmas nyari za buku yang bagus...
Nyari produser yang bener" tau soal Islam...
Percaya deh, kalo mas niatnya baik bakalan ada jalannya!
Semangat istiqomah di jalan Allah!
Posted by: _toetoe_ | March 10, 2008 08:22 PM
Mas Hanung koq d film ayat2 cinta, jalan critanya jadi melenceng dari buku sih..
jujur aja aku kecewa bgt.
katanya tu film diadaptasi dari novel ayat2 cinta, tp kenapa jalan ceritanya jd kayak sinetron percintaan yg sering ditayangkan di tipi2 swasta.
anak2 kosku pd kecewa bgt loh mas..
kesan film-nya jadi gimana..gtu
pokoknya kecewa buangeeettt..
maap y mas
Posted by: arien | March 11, 2008 02:18 AM
katanya 100% shooting d luarnegeri. kok ada foto bekas set nya ayat2cinta di kota semarang??
Posted by: dicky | March 12, 2008 06:32 AM
TOP BANGET buat Mas Hanung, fil AAC ini banyak sekali pesan moral yang mudah2 an bisa jadi aspirasi anak2 muda sekarang dalam bergaul.
Buat Mas Hanung, ada rencana buat film dari Kang Abik ladi " Ketika Cinta Bertasbih"?
Posted by: Rina | March 12, 2008 11:30 PM
gini mas mnurutQ, memberi hak pd yg mmg berhak tu wajib kan.Penonton punya hak untk tau sesuatu,mrk yg bkn muslim bs menjadikan itu sbg bahan pembelajaran,ngenal sdikit ttg islam,ngebantu mrk merenungi hidupnya yg dl prnh ter-siakan.Lg pula ini dakwah & konsumsi umum. Kita g berhak membatasi lingkup seseorang & keingin tau-an mrk,klo kita memberatkan sisi materi [pasar] mk dunia perfilm-an akan ngedidik & melahirin pola pikir negative dong...Manusia kan makhluk yg dilebih'in akalnya,masa sih untk nyari jan tengah/kebijakan terbaik ja ngga mampu,lg pula ini bkn terbatas ma 1,2 orang aja ?.. :::[ tolong sampe'in ini ma pihak mrk Ya ]::: ^_^
mungkin saran buat mas: undang aj ustadz TV & ustadz2 lain yg paham masalah ini [bkn yg munafik dlm hal agama].Ajk runding bareng,pastinya mrk dah kenal baik and tau kemampuan para ustadz ini/tampilin komentar2 yg mendukung niat baik mas hanung . _sory panjang,bukan berniat menggurui_
Posted by: navira | March 13, 2008 10:22 PM
mas hanung, film'nya bagus.
scene favorit saya, ketika fachrie berdialog dengan teman satu sel'nya. sY mrasakan "gerimis jiwa" yg ruaaarr biasa,mas.
trims
Posted by: tyNc | March 13, 2008 11:05 PM
Salut Buat MAs Hanung, walau ada bumbu-bumbu yang tidak sama dengan novel seperti ketika maria-Aisya dan Fahri yang tinggal satu rumah. serta sifat Aisyah yang Cemburu terhadap Maria. serta tokoh Fahri yang berdua dengan maria yg seperti berpacaran. padahal fahri di gambarkan tidak mau berdua dengan perumpuan yang bukan muhrim dan sangat menjaga pandangan.
akan tetapi saya tetap menunggu agar KETIKA CINTA BERTASBIH bisa mas hanung filmkan juga.
salam
Posted by: Lobe Madini | March 14, 2008 07:53 PM
Terima kasih,..
itu yang saya ingin sampaikan untuk Mas Hanung, Kang Abik dan semua yang berada di balik proses "dakwah" ini.
Sungguh, apapun yg telah Mas Hanung tampilkan di film AAC ini sama membekasnya dengan novelnya di hati dan jiwa saya.
Saya menganggap, film dan buku adalah inspirasi dan ilmu dalam hidup saya selama ini, namun baru kali ini saya merasa bahagia, karena inspirasi yang saya dapatkan tidak hanya akan menjadi penuntun dan bekal didunia, namun juga membekali saya untuk di akhirat kelak.
Toh, itu tujuan hidup kita didunia sebenarnya, kan? Mencari bekal untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih indah di akhirat...
Dengan mendapatkan Ridho Alloh...
Seluruhnya adalah karya, upaya dan jerih payah yang luar biasa.
Dari lubuk hati terdalam,... Terima kasih.
Posted by: dEVi | March 14, 2008 09:06 PM
wah filmnya bgs bgt kok mas hanung,walaupun gak sebgs dinovelnya tp aq salut bgt buat mas hanung yg udh bikin film ini.Aq aja ud 2 x lo mas nntnnya dan itu blm ckp buat aq.film ini byk ngebuat org sadar klo qt itu hrs ikhlas dan sabar dlm menghadapai madalah dan harus kembali ke jln-Nya.Moga-moga aja mas hanung sukses selalu dan buat film islam yang lbh bgs lagi.Aq tunggu lo mas.Wass
Posted by: deka | March 16, 2008 01:28 AM
Ass.
Subhannalah mas Hanung, jempol dua deh buat mas hanung, memang sih ada beberapa yang terlewat dari novelnya, tapi sudah menjadi langkah awal bangkitnya film film yang tdk hanya sekedar menjadi tontonan, tapi bisa sbg tuntunan.... maju terus mas hanung, buat film - film yg lebih mendidik buat generasi qta!, kalo sunan kalijaga dakwah dengan wayang kenapa mas Hanung ga bisa dakwah dengan FILM ??? ya kan???!!,Maju teruss.. Allohu Akbar
Wass
Posted by: cinta | March 16, 2008 10:12 PM
Singkat saja. Re-Make. Kekurangan film ini hanya di bagian yang disentuh oleh selera Investor. Mas hanung bagusnya bikin studio produksi sendiri deh, jangan bergantung lagi sama produser. Jadilah Pengusaha. Insya Allah Investor akan ada yang menyambut.
Posted by: Nizar | March 17, 2008 02:14 AM
subhanallah...
film bernafaskan islami yang sudah lama aku tunggu2, walaupun memang tidak sesempurna novelnya namun tetap great..!!! selamat ya buat mas hanung. aku berharap semoga mas hanung dapat membuat film2 yang seperti ini lagi. semoga ketika cinta bertasbih dapat difilmkan juga (tapi kepanjangan ga yah...) tapi mas hanung kan hebat.. pasti bisa....!!! sekali lagi selamat ....
Posted by: Ida | March 17, 2008 10:47 PM
mmmm... apa yah.. susah ngomongnya.. yang jelas film ayat-ayat cintanya bagus bgt.. dan dalem banget.. emang sih aku blom baca novelnya, tapi biarlah, toh dari filmnya makna yang aku dapet sama aja.. salut buat perjuangan mas Hanung buat bikin film ini.. pada akhirnya aku sama temen aku kena dampak ayat-ayat cinta nih seminggu ini.. hehe..
Posted by: gitta | March 18, 2008 03:20 AM
Salam kenal mas. ana adesutan sekarang dakwah di Muhammadiyah singapore dan Dulu aktif di tabligh PP Muhammadiyah.
Film nya ok banget subhanallah, ana sampai ngeluarin air mata.
Smoga film mas cepat masuk ke Singapore. Yang populer disini skr masih "Kiamat sudah dekat" dari TV surya.
Oh ya kalo jalan2 ke singapore call aja ana +6583334981. atau langsung aja ke markaz muhammadiyah singapore di 14 jalan selamat.
Posted by: sultan aden | March 18, 2008 03:23 AM
Ass,
Wooow....! gak nyangka deh kalau perjuangan mas Hanung seberat itu. Tapi filmnya keren banget mas, walaupun gak terlalu sama dengan novelnya. Salut deh buat semua kru-kru n' pemain AAC, Saya sudah nonton filmnya berkali-kali n' gak bosen-bosen. Semoga filmnya bisa di tonton sama semua muslim & muslimah di Indonesia ya mas.
Wass,
Posted by: ika | March 21, 2008 08:51 PM
ass
SUKSEZZZ ABIZZ ya mz Hanung
AAC nya
btw,kapan lagi buat film religi???
kalo blh ksh saran
buat film dari buku kang abi yg PUDARNYA PESONA CLEOPATRA
bgz bgtz lhow mz critanya
LOVE U
Posted by: NQ | March 21, 2008 11:43 PM
assalamu'alaikum...
Mas Hanung lebih cocok bikin "FILM yang Bernuansa ISLAMI" !!!
ISLAM IS THE BEST !!!
di tunggu Film yang bernuansa Islami lainnya...
SEMANGAT !!!
Posted by: putri | March 24, 2008 09:57 PM
subhanallah...
kagum liat semangat mas hanung dan kru. emang jaman kaya gini dah banyak anak muda yang nyimpang dari Islam, trus dijadiin "Islam Gaul". Insyaallah setelah film ini, kita smua jadi bisa sama2 menyelami Islam yang sebenarnya dan semangat buat belajar lagi. Islam yang dibawa Rasulullah saw.
Mas Hanung dan Kang Abik, tetep berkarya. semangat Allahu Akbar.
Posted by: aNyezzz | March 25, 2008 08:30 PM
mas, ko film sama novelnya agak bedA Ya.. banyak yang dipotong..
padahal masih banyak yang bisa ditayangkan dari novelnya..
saya sih agak sedikit kecewa..
tapi tep bagus ko..
ditunggu film berikutnya ya..
btw, 10 milyarnya masih ada sisanya ga nieh..
he.he.
Posted by: fajar | March 26, 2008 09:49 PM
tetap semangaaaat buat mas hanung, truz berkarya dengan film religi, ajak semua sutradara film indonesia untuk membuat film yang mempunyai pesan moral, edukatif dan islami. pasti indonesia damai sejahtera. may Allah bless u mas!!! jazakumullah Khoiron katsiiro untuk AAC nya.
Posted by: eef | March 29, 2008 12:00 AM
assalamualaikum wr.wb
kagum fitri ama mas hanung...
akhirnya setelah sekian lama, ada juga orang yang mau ngangkat film religi.
mas tetep semangat ya...
fitri yakin, yang lain akan selalu menunggu karya film mas..
tentunya film2 yang mempunyai kesan moral yang baik dan islami...
SEMANGAT...
Posted by: FiTri | March 30, 2008 05:47 AM
ass.....
filmnya akhirnya keluar..
benar-benar film pembangun jiwa!!! saya kagum.....
tapi ko film ma novelnya,bagus novelnya ya ms??
Posted by: niysha | March 31, 2008 12:56 AM
Assalamualaikum Wr. Wb. Toek : Mas Hanung, Kang Abik, Crew, and para artis pendukung AAC.., congratulations yha...! bagus banget film AAC-nya...!! Film ini berbobot, sarat makna religi, dan yang terpenting bisa merubah opini sebagian orang tentang Islam, a.l. : poligami, teroris, hubungan sosial dengan non muslim, dan masih banyak lagi.. Pokoke salut dech... Semoga mas Hanung dapat berkarya lebih baik lagi dengan tema film yang tak kalah berbobotnya dengan AAC...
Posted by: Widhi | April 1, 2008 08:54 PM
ass mas hanung,aku mau berkomentar dengan film ini. bagi saya ini bener2 film indonesia yang slama ini saya cari.soal cerita sangat khas dengan kehidupan islam,dan bagi saya ini membuktikan bahwa dunia islam sangat identik dengan kedamaian.dan untuk mas hanung.teruslah berkreasi dengan film2 mu nanti.saya tunggu????
Posted by: bakhrul | April 1, 2008 10:17 PM
Ass. Mas Hanung. Saya mau bekomentar tentang film AAC. Mungkin ini adalah film indonesia pertama yang dengan membuat saya begitu penasaran untuk menonton.sampe2 saya belain berangkat ujan2 demi menonton film ini di hari pertama penayangan.ini adalah satu film yang mampu mengingatkan kita bahwa kita sangat jauh dari agama. Good Luck Mas Hanung terus lahirkan karya2 emas anak bangsa
Posted by: Rendra | April 4, 2008 07:33 AM
manoj fuck you..
mas hanung congrtaz buat film na walopun duit na pas-pasan tapi kan berhasil..
manoj lw pelit banget si???
giliran sukses aj,, ngambil muka..
mas hanung,, selamat karena telah sukses menjalankan amanat..
kita kering kerontang,, tapi sekarang udah mulai lembab, terima kasi banyak
Posted by: NtaHeRe | April 4, 2008 11:48 PM
Ass Mas Hanung...
Mo sedikit comment nih..
Thx dah mau bikin film Islam sbg alternatif lain dari film horor yang udah menjamur saat ini..
Sbg orang yang udah pernah baca novelnya and nonton filmnya banyak banget perbedaan yang bikin rada2 gimana gito..
- kok bisa ya si fahri bisa begitu dekat dengan maria,ber2 di sungai nil padahal jels2 itu nggak ada di novel
- Adegan Nurul melepas jilbab, yg bnr2 bkn "Surprise"
- Adegan ciuman fahri and maria??? emang itu hrs ada y di setiap film??
Semoga, keinginan Mas Hanung mendekatkan diri ke Allah melalui film ini, dikabulkan Allah SWT, Amin.
Posted by: dian | April 6, 2008 07:48 PM
Demi allah,Ayat-ayat cinta banyak mengajarkan saya banyak hal tentang islam dan untuk pertama kalinya saya berani mengucapkan taubat pada allah.Sukses terus mas Hanung,saya adik junior mas hanung di IKJ.Brao
Posted by: The Radical | April 12, 2008 08:06 AM
Mas hanung minta boleh minta E-MAIL na gak ?? saya mau banyak sharing dengan mas hanung..Sekalian mau nanya nih mas,pertimbangan apa yang paling mendasari pembuangan adegan Maria bertemu dengan bunda Maryam ??
Makasih mas..
fadhil_k3r3n@yahoo.co.id
Posted by: The Radical | April 12, 2008 08:09 AM
Film Terbaik Yang Pernah Saya Tonton Selama Ini
Posted by: noevee | April 16, 2008 11:56 PM
Ass..
Film sampeyan bagus AAC
But sisi teknis menurut ane msh ada beberapa yang sudah bagus tapi bisa d buat lebih bagus.
Novel AAC beda dengan film sitkom.Le nyambung scene filem ki kurang ketukan-ketukan sing singkron karo realita.
Matur nwn n nywn pngapunten nek opo anane.
Wss..
Posted by: SUKMO | April 21, 2008 07:39 PM
alhamdulillah.....
ada film sebagus ayat-ayat cinta
saya sangat bangga......
di tengah kebosanan film indonesia yang mengumbar nafsu dan aurat....percintaan dan seks bebas....adegan ciuman dsbg.....
akhirnya.....
ada sebuah film yang membuat saya sadar.....
tentang hubungan yang halal...
yang di ridhoi Allah....
karena setelah saya melihat film ayat-ayat cinta.....
saya jadi tertarik untuk membaca novelnya.....
dan dari novel tersebut
saya mendapat banyak manfaat.....
subhanallah.....
tidak peduli filmnya jauh berbeda dengan novelnya
tapi saya sangat kagum dengan karya mas hanung.....
tidak sia-sia perjuangan mas hanung......
bukankah penontonya jauh melebihi target 1 persen dari jumlah warga muslim indonesia.......
buat yang ga suka ma film ini
buat yang menganggap film ini jelek....
kalian bebas berpendapat.....
tapi.....
kalau memang bisa membuat film yang jauh lebih bagus dari ayat-ayat cinta......
coba buktikan......
jangan hanya memvonis saja.........
salut buat perjuangan kru ayat-ayat cinta.........
film yang menggetarkan jiwa.....
Posted by: Rizcka | April 27, 2008 12:31 AM
ga cukup nonton 1 kali......
4 kali pun rasanya kurang....
kapan vcd n dvd nya kleuar????
semoga ayat-ayat cinta film yang paling banyak penontonnya dalam sejarah film indonesia.....
Posted by: Rizcka | April 27, 2008 12:33 AM
Perfect
Ten !!!
Posted by: Hendra | April 28, 2008 08:59 PM
selamat ya mas hanung................filmnya sukses dpasaran. emmmmmm sampe G bsa brkta pa2 lg..........pokona bkin film yg lbh bagus lg. sukses selalu............
Posted by: nAGus_eis L M | April 30, 2008 12:10 AM
salam kenal mas hanung, saya Retha salah satu penggemar mas Hanung, oh ya slamet atas suksesnya film ayat-ayat cinta, mas boleh minta email mas hanung, tolong kirim ke email saya : thatheya_hatji@yahoo.com,
makasih sebelumnya.
Posted by: RetHa | April 30, 2008 11:20 PM
Salam kenal mas.
Salut dengan perjuangan anda memproduksi film religius yang natural. Saya belum nonton, tapi saya akan beli DVD aslinya.
Saya tunggu karya2 anda selanjutnya.
Posted by: Junarto Imam | May 3, 2008 04:59 PM
Asslmu'alaykum...
hmm...mau bilang apa lg aku yah,film fenomenal!udah byk pujian to...jd g perlu muji lg,slamat yaaa filmnya sukses besar,ini film cocok buat siapa saja termasuk nenek2dan kakek2 yg tidak biasa nonton di bioskop.film kluwarga islami ni.smoga bisa mnjadi lahan dakwah jg bg mas hanung.amin!plus bisa kasi inspirasi bagi org laen.oya ternyata mas hanung ki orang jogja to,baru tau tadi aku scr kebetulan liat di infotainment ,berarti kita tetangga donk!!salam kenal....btw,add me di FS ya mas uneedonaldx@plasa.com
makasi...
Posted by: yuni | May 7, 2008 03:03 AM