AYAT-AYAT CINTA
TENTANG KARAKTER FAHRI
Ini Film ketujuh setelah 'Get Married' dan ' Ledhek'. Dua-duanya akan
rilis lebaran ini. Ayat-ayat Cinta di proyeksikan untuk Idul Adha,
Natal dan Tahun Baru. Bisa kebayang bukan siapa yang akan menonton film
ini.
Membaca Novel Ayat-Ayat Cinta, membuat saya mengantuk hingga setengah buku. Kantuk itu hilang pada saat bab mulai mengarah ke konflik. Yaitu ketika Fahri difitnah, masuk penjara dengan vonis mati, lalu seorang gadis kristen koptik bernama Maria datang menyelamatkan dengan 'syarat' kalau dia harus dinikahi dulu. Padahal Fahri saat itu sudah beristeri seorang gadis Turki-Jerman, Kaya dan cantik bernama Aisha. Kenapa mendadak saya tidak mengantuk? Buat saya disitulah letak religiusnya. Buat saya, religius bukan semata-mata mulut berucap doa dan puja-puji kepada Tuhan; religius juga bukan aktifitas menyeru tentang kebaikan di atas mimbar, di TV, Radio atau majalah sambil berdendang asik dengan ayat-ayat Quran dan Hadist. Bagi saya, religius adalah ketika manusia berada dalam kesadaran penuh atas ketidaksempurnaan. Ketidaksempurnaan itu membuat manusia merasa dirinya tolol, merunduk, bersujud dan ... bertawaqal. Saya merasa pada saat itu Fahri menjadi tokoh yang sangat saya cintai. Sebelumnya, Fahri adalah malaikat. Fahri adalah lelaki sempurna, yang menurut saya, tidak ada di dunia ini. Sekalipun Habiburrahman bilang sosok Fahri banyak kita temui di Cairo, saya tetap tidak percaya. Saya memang melihat banyak Fahri disana. Seorang dengan pengetahuan agama Islam tinggi. Seorang rendah hati, pejuang hidup, sederhana dan pintar. Sekalipun saya meragukan kemampuan menguasai 4 bahasa (Inggris, Jerman, Arab dan Indonesia) sekaligus. Keraguan saya juga bertambah ketika dirinya dicintai oleh 4 orang gadis cantik dengan karakteristik berbeda-beda: Maria, seorang gadis cantik, pintar, kritis, sekalipun seorang kristen tetapi sangat mengagumi Al quran. Nurul, seorang gadis Indonesia, anak kyai besar di Jombang, seorang ketua Widah (sebuah perkumpulan anak-anak Al Azhar di Cairo), cantik, sederhana dan tentunya pintar. Lalu Noura, seorang gadis mesir yang dianiyaya ayahnya, dipaksa dijual menjadi pelacur. Juga seorang gadis cantik dan pintar. Terakhir, Aisha, seorang gadis keturunan Jerman-Turki-Palsetina. Sebuah paduan sempurna yang saya tidak perlu menjelaskan seperti apa bentuknya. Pastinya Cuantiik nemen rek, begitu kata orang jawa timur. Tidak hanya itu, dia juga kaya raya, setia, pintar dan solehah. Bahkan Aisha juga seorang perempuan yang merelakan suaminya untuk poligami. Duhai, lelaki mana yang tidak jatuh hati sama perempuan macam Aisha? Dan Fahri, tokoh ciptaan kang Abik yang mendapatkan hidayah itu. Bagi kang Abik, Aisha adalah bidadari yang pantas buat Fahri yang 'sempurna'. Sungguh, saya tidak tahan melihat sosok Fahri yang tanpa cacat itu.
Seorang kreator adalah Tuhan bagi ciptaannya. Tidak hanya di film, dalam ranah sastra, apalagi sastra modern, seorang penulis memiliki hak penuh (sebagaimana Tuhan) untuk menciptakan karakter, set dan cerita. Tapi masalahnya kreator bukan sepenuhnya Tuhan. Kreator punya tanggungjawab meyakinkan penonton atau pembaca perihal karakternya. Ada logika 'Ruang-Lingkup' yang dihadirkan untuk mewujudkan kesinambungan dunia realitas karakter dengan dunia realitas penonton ataupun pembaca. Dalam hal ini, Kang Abik menciptakan tokoh Fahri yang jauh dari logika 'Ruang-Lingkup' tersebut, setidaknya cuma bab-bab awal sampai tengah. Selebihnya, Fahri menjadi manusia biasa. Hal itu yang membuat saya tertarik.
Oleh sebab itu pertama kali yang saya dan Salman Aristo lakukan sebelum membuat film Ayat-Ayat Cinta, adalah membongkar tokoh Fahri. Itikad ini saya lakukan bukan saya tidak respect dengan tokoh Fahri ciptaan kang Abik. Melainkan justru saya ingin Fahri menjadi representasi lelaki muslim. Representasi penonton.
Di dalam Novel digambarkan, Fahri adalah seorang lelaki yang tidak hanya soleh. Tapi juga seorang pemimpin Flat, panutan, kakak bagi yunior-yuniornya, seorang yang optimistik dan percaya diri, ganteng dan pintar (menguasai 4 bahasa). Apabila tokoh seperti ini dijabarkan lewat tulisan, akan dengan mudah menarik simpatik pembaca. Tapi jika di visualkan? Mari kita lihat Ongky Alexander di Catatan si Boy, atau Sakhru khan di film-film India. Apakah saya akan membuat film yang meletakkan karakter dalam dunia mimpi seperti sinetron-sinetron Indonesia? Tentu saja Tidak.
Fahri di Film Ayat-Ayat Cinta adalah sosok yang lugu, ragu dan tidak terlalu percaya diri. Lugu mencerminkan sifat sederhana dan apa adanya. Tidak neko-neko. Ragu lebih kepada sikap yang selalu hati-hati. Karena itu Fahri selalu dekat dengan Quran dan Hadist. Setiap menghadapi persoalan, Fahri bukan seperti superman yang mendadak menjadi jagoan. Justru sebaliknya, Fahri sangat hati-hati dan tidak show off. Hal ini tampak nanti pada saat adegan di Metro. Di Novel, saya mendapatkan kesan Fahri seorang jagoan, seorang Nabi yang sedang memberikan wejangan umatnya. Saya tidak bisa membayangkan jika itu di filmkan. Pasti jadinya akan seperti sinetron religius yang berisi ceramah-ceramah secara verbal. Karena Film adalah bahasa Visual, maka saya menghindari verbalitas. Di Film, Fahri menjadi lelaki sederhana yang terlibat pertengkaran hanya karena membela seorang perempuan. Quran dan Hadist menjelaskan itu yang memberikan alasan Fahri bertindak. Tentu saja tidak menjadi pendekar Silat. Melainkan sebagaimana dirinya yang sekolah di Azhar, Fahri mencoba menjelaskan perihal adab seorang Muslim menghadapi Tamu (ahlul zimah) yang senantiasa dilindungi kehormatannya. Tapi karena sikap Fahri yang lugu menghadapi lelaki Arab besar yang emosional, Fahri justru mendapatkan pukulan karena dianggap SOK TAHU dan SOK PINTAR. Bibir Fahri sedikit berdarah akibat pukulan itu. Pada saat itulah Fahri justru mendapatkan simpatik dari Aisha-Alicia dan penumpang Metro. Simpatik itu bukan karena Fahri bisa meredamkan emosi orang Arab sebagaimana di Novel. melainkan karena keberanian fahri menghadapi persoalan sekalipun kalah. Adegan itu juga meletakkan sosok Fahri sebagai manusia yang tidak sempurna, bisa berdarah dan lemah. Buat saya, ini lebih realistis.
Oleh sebab itu pemilihan Fedy Nuril menjadi Fahri adalah hal yang menurut saya tepat. Dalam diri Fedy ada keraguan dan kepolosan. Fedy bahkan tidak mengerti bagaimana meletakkan kakinya pada saat tahiyat akhir. Tapi justru dengan begitu, Fedy terlihat berusaha. Fedy yang tidak sempurna mencoba belajar menjadi sempurna. Kebanyakan yang casting menjadi Fahri, salah menafsirkan Fahri sebagai sosok religius. Mereka menampilkan diri mereka sangat suci. bahkan ketika melantunkan satu ayat, terlalu over dramatic sebagaimana ustadz-ustadz yang ada di TV dan Radio. Padahal tanpa mereka berbuat begitupun, sesungguhnya ayat Quran sangat Indah dan menyentuh hati.
Di Flatnya, dalam Novel ditulis kalau Fahri seorang pemimpin sekligus abang bagi yunior-yuniornya. Terus terang saya sangat risih dengan tingakatan Senior-Junior. Hal ini menampakkan sisi feodalisme yang justru bukan ciri Islam. Padahal saya kerap menemui itu di pesantren-pesantren. Di Film, saya menempatkan Fahri tetap seorang pemimpin Flat yang bertanggungjawab atas kebersihan dan kelangsungan aturan di Flat. Tapi bukan seorang Senior yang men jadi panutan seperti seorang kyai menjadi panutran Santri. Sosok Saiful yang di gambarkan kang Abik sebagai Yunior, justru saya tempatkan menjadi sparing partner Fahri. Tingkat pendidikan Saiful sama dengan Fahri. Keduanya sama-sama belajar agama. Bedanya, Fahri terlihat sebagai karakter yang konservatif, Saiful justru lebih moderat. seperti Gus Dur dan Gus Solah (solahudin Wahid). Gus Dur yang kadang nyeleneh dan berani adalah Saiful, Gus Solah yang hati-hati dan cenderung lurus adalah Fahri. Dengan demikian, Fahri tidak menjadi sosok paling benar di Flatnya. Saiful menjadi teman tidak hanya dalam diskusi Islam, tetapi teman curhat ketika Fahri mendapatkan masalah. Pada saat Syeh Ustman menawari talaqi ke Fahri. Saiful yang diajak bicara. Begitu juga saat Fahri di fitnah dan masuk penjara. Saiful menjadi sahabat setia.
Perobahan karakter tersebut didasari atas berbagai pengamatan kami terhadap penonton Indonesia. Sudah jarang kita temukan film-film sekarang yang menempatkan sosok seperti si Boy dalam Catatan Si Boy. Film paling laris Indonesia Ada Apa Dengan Cinta yang melahirkan idola Nikolas Saputra, juga bukan seorang yang sempurna. Lelaki tanpa teman, sinis, terkesan kasar sama perempuan, hanya punya seorang ayah yang hidup dalam idealismenya, tetapi memiliki kelembutan dan cinta yang tulus. Kesempurnaan di era paska reformasi justru menjadi pertanyaan. Bahkan di negara berkembang sekalipun.
Saya mempunyai harapan film ini tidak hanya sekedar film alternative di tengah bombardir Horor dan roman cinta remaja. Film ini saya harapkan menjadi citra muslim di Indonesia bahkan Internasional. Bahwa Islam adalah agama penuh cinta kasih. Penuh perenungan atas ketidaksempurnaan manusia-manusia muslim didalamnya. Bukan justru sebaliknya, radikal, terlalu meyakini atas kebenaran, dan tidak toleran.
'Wala tusho'ir khaddakallinas, wa la tansyi fil ardhi maroha, Innalloha la yuhibbu kulla mukhtalin fakhur' (Lukman 18)
... Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia, dan janganlah berjalan di bumi dengan Angkuh. Sungguh Alloh tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri ...

Mr. hanung aku yakin deh kalau mr. hanung yang buat filmnya pasti asli bagus...sebelum baca blogs inipun aku dah menduga..selamat ya..keep berkarya..eh jangan lupa kunjungi sitesku di www.rumahluka.multiply.com
Posted by: wenny ira | August 22, 2007 07:41 PM
hem...aku memang tidak seberapa suka dengan novel ini, karena salah satu faktornya adalah tokoh Fahri yang menjadi sosok manusia sempurna bak seorang nabi (muhammad). sebenarnya cerita seperti ini sudah banyak diusung oleh novel2 yang berasal dari Timur Tengah (Laila Majnun, Magadalena dkk), dan penceritaanya juga lebih indah dan menyentuh. memang kalau di Indonesia Ayat2 Cinta memang bisa dibilang menjadi trend setter di dalam sastra religius (yang kemudian diikuti oleh kelompok FLP). Dan kalau boleh dinilai, novel ini bisa dikasih angka...7 lah. Namun setelah mendengar kabar kalau mas Ha nung mau garap film ini...hum..jadi penasaran juga! tapi mas, kalau boleh kasih saran neh, jangan sampe lah mas bikin film kayak Lentera Merah, selain filmya ga banget (yang lebih banyak ngikuti pasar dari pada idealisme)juga didukung dengan aktor yang...oh my God! kok bisa mereka maen film!!! aku tunggu film mas Hanung yang sekeren CAS dan Sayekti & Hanafi. good luck mas!!!
Posted by: InOeNg | August 22, 2007 08:16 PM
terima kasih Inoeng, Wenny. Heheh. Lentera Merah adalah test case ku bisa bikin Horor apa enggak. Dan karena itu saya jadi ngerti kalau membuat film horor itu ternyata lebih susah. Tapi terima kasih buat kritikannya. Untuk membuat film CAS dan Sayekti Hanafi, tidak hanya dibutuhkan sutradara yang gila. Tapi Produser yang juga gila. Sudah nonton 'Kamulah Satu-satunya?' Semoga tidak mengecewakan kamu Inoeng.
Posted by: Hanung | August 23, 2007 04:30 AM
Mas Hanung, saya tunggu ya film ini. Saya juga menilai novel Ayat2 Cinta mulai tidak membosankan pada saat sang pengarangnya mulai meletakkan konflik =)Trus, Fedy Nuril ya? Semoga bisa memerankan tokoh Fahri dg baik. Saya selalu menonton film2nya mas Hanung lho, kecuali Lentera Merah. Dari semua yg sudah pernah saya tonton, yg paling menggigit, paling membekas, paling mengesankan, ya 'Kamulah Satu-satunya'. It's a 'wow!' movie mas! Bisa bikin tertawa dan haru sekaligus! Plok-plok-plok! Saya senang dalam film 'Ayat2 Cinta' nanti mas Hanung punya pandangan sendiri terhadap tokoh Fahri. Dan moga2 ketika menonton film ini nanti saya mendapatkan 'sesuatu', yg tidak tergambarkan pd novelnya =).
Goodluck ya! (sepertinya ada kemugkinan dapet piala Citra untuk kedua kalinya, hehehe.Itu juga kalo FFI masih ada, ups!)
Posted by: 'siskaaaaa' | August 23, 2007 09:14 PM
Film Ayat-ayat cinta,kutunggu dech tayangnya.....
kurasa akan jd film yang beda dari selama ini aq tonton..yang terkadang hanya mengikuti selera pasar,
dan semoga gak terjadi seperti karya habbiburahman yg dibuat sinetron....he..he...
Hmm, fedy nuril smg dapat memainkan karkter fahri dengan baik.
Posted by: roro | August 24, 2007 10:30 PM
Ada senyum kecil yang tak henti mengembang saat membaca tulisan mu mas Hanung. Semoga ayat terakhir di tulisanmu itu mengiringi setiap hati yang membacanya... tak terkecuali dirimu. Ngomong2 Nurul kok sama ma aku ya keturunan Jombang, jadi berasa mirip. He....he...he
Posted by: tami | August 26, 2007 11:59 PM
Ada senyum kecil yang terus mengembang sepanjang membaca tulisanmu, mas Hanung. Semoga ayat terakhir dalam tulisanmu jadi pengingatan setiap orang yang membacanya. Karena terkadang keangkuhan merambati jiwa tanpa terasa... Kok ternyata tokoh Nurul podo ambe aku sama2 dari Jombang jadi berasa mirip. Hue...he...he...SEMANGAD!!!Padahal aku pengen magang tapi dah penuh ma Raymond, dkk, ya :(
Posted by: tami | August 27, 2007 12:08 AM
Ada senyum kecil yang terus mengembang sepanjang membaca tulisanmu, mas Hanung. Semoga ayat terakhir dalam tulisanmu jadi pengingatan setiap orang yang membacanya. Karena terkadang keangkuhan merambati jiwa tanpa terasa... Kok ternyata tokoh Nurul podo ambe aku sama2 dari Jombang jadi berasa mirip. Hue...he...he...SEMANGAD!!!Padahal aku pengen magang tapi dah penuh ma Raymond, dkk, ya :(
Posted by: tami | August 27, 2007 12:32 AM
Setuju banget sama mas Hanung! Waktu aku baca novel AAC, aku merasa ceritanya mengada2, krn sosok Fahri digambarkan terlalu sempurna tanpa cacat, sampai menurutku tdk masuk akal. Sbg karya sastra, aku menilai AAC cukup lah, tdk bagus sekali.Tapi tentu saja aku sbg muslim sgt apresiatif dgn nilai2 dakwah di dlm novel AAC. Wah... kalo dibikin film sama mas Hanung, aku yakin bakal bagus bgt! aku pasti nonton!Sukses
Posted by: Aulia | September 8, 2007 06:16 AM
Mas hanung,Anda pernah baca review film-film Anda di sineam-indonesia.com gak?semoga bisa membantu....
Posted by: DN | September 20, 2007 04:26 AM
Mas hanung,Anda pernah baca review film-film Anda di sinema-indonesia.com gak?semoga bisa membantu....
Posted by: DN | September 20, 2007 04:27 AM
satu lagi,Ledhek itu film apa mas?
Posted by: DN | September 20, 2007 04:28 AM
Saya membaca sinema-indonesia.com terakhir untuk review film CAS. Setelah itu tidak lagi. Bagi saya situs itu adalah situs lucu-lucuan. Karena itu jauh dari tanggung-jawab. Sekalipun ditulis oleh orangt-orang pintar. tetapi dengan menyembunyikn identitas penulis, membuat saya menjadi tidak simpatik. tentu saja kritik pedas buat film saya sangat saya hargai. Tetapi dengan menyembunyikan identitas, bagaimana saya bisa hormat? Maaf sekali. review itu tidak membantu saya apapun.
Posted by: Hanung | September 21, 2007 07:16 AM
kalo yang bikin mas Hanung percaya dech Film bakal keren... kapan shoot di kaironya mas...?? di tunggu nieh kedatangnya... (pengen belajar sama sutradara handal :D )
Posted by: Thyo | September 22, 2007 01:13 AM
Maaf Thyo, kita tidak jadi ke Cairo. Karena ijin disana susah sekali. Kita pindahkan ke India. Disana, kita akan bangun Cairo di Industri Film India. Semoga saja tidak mengecewakan kamu.
Posted by: Hanung | September 22, 2007 10:22 AM
kaget juga sebenernya pas denger mas hanung mau mindah Ayat-ayat Cinta ke media visual (alias film)...saya juga sempet baca tapi ga sampe selesai karena bosen dengan ceritanya...bukannya saya anti dengan cerita2 seperti ini, tapi menurut saya cerita itu sangat jauh dari kenyataan tapi kayaknya mas hanung punya perspektif lain di film ini yang bikin saya penasaran...
*note: justru menurut saya kesempuraan adalah dualisme komplementer yang memang dimiliki manusia, kekurangan dan kelebihan...semuanya saling melengkapi. ketidaksempurnaan seringkali jadi alasan manusia untuk berbuat salah dsb, bukannya tuhan memang menciptakan kita sebagai makhluk sempurna...
Posted by: asrul | September 23, 2007 01:30 AM
yah.. lumayan kecewa seh mas.. tapi gpplah kalo kondisi tidak memungkinkan mau gimana lagi kan...
saya cuma bisa berdo'a semoga mas hanung sukses membangun Cairo di Industri Film India...
Posted by: Thyo | September 23, 2007 05:12 AM
Assalamualaikum Wr. Wb.
Aq ga sabar nunggu filmnya nih mas Hanung... padahal aq belum pernah baca novelnya.. makanya ada yang mau ngasih ga.. he..he..
pokoknya smoga suxez aja.. n salam buat Rianti...
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Posted by: MiGueL | October 19, 2007 02:24 AM
aku tunggu filmnya, membangun kairo di india hmmm..... ditunggu pokoknya....
moga ga mengecewakan.....
Posted by: adi | October 19, 2007 05:21 AM
sukses buat mas hanung...
Posted by: adi | October 19, 2007 05:22 AM
sumpah !!!!ini film yang akan saya tonton ke bioskop bersama suami, sesudah hampir 3 tahun, kita lebih memilih nonton film-film baru di DVD .
terima kasih mas hanung, semoga film ayat-ayat cinta, bener-bener seperti yang saya angankan selama ini.
salam
indahkris
Posted by: indah | October 31, 2007 04:48 AM
akhirnya ketemu juga blognya dikau...ga nyangka banget kalo tokoh fahrinya fedi nuril,jauh banget dari bayangan...soalnya mau naksir org kayak fahri itu ga berani dah...ngeri,moga aja karakter fahri yang di film lebih nyata ada di dunia....siiip deh..saya and temen2 pada nunggu filmnya Hanung....sukses selalu ya....
Posted by: rossa | November 13, 2007 09:14 AM
halo om hanung,,,,
yup,,,kalo dg verbalitas,,,fachri perfect banget,,,jadi yg baca syirik, termasuk gue,,,hehhe,,,mudah2an bahasa film juga bisa gambarin indahnya ayat2 cinta yah,,,semangat...!!!
Oya, get merried n jomblo seru, membumi juga,,,pasti Ayat2 cinta jadinya membumi juga deh,,hehhe,,,
http://nazlahilal.multiply.com//
Posted by: NaZLa | November 18, 2007 11:05 PM
Mas Hanung, gimana kelanjutan film ini? Koq sampai skr tak ada kabar lagi?
Katanya lg hunting lokasi di Semarang juga? Menarik juga nih, soalnya saya perhatikan kok Semarang lg laris jadi lokasi syuting film. Mulai dari Gie, hingga Kala. Maklum mas aku orang semarang. Kenapa ya mas?
Semoga sampeyan bisa menerjemahkan ke film dengan baik. Amat sangat jarang konversi dari buku ke film berhasil dengan baik.
Posted by: Taufan | November 24, 2007 12:32 AM
pokoknya bagus lah..
Posted by: Ayuku | December 9, 2007 05:32 AM
Ass,mas hanung aq ikut terharu baca blog ini,wah semoga film ini sukses ya n bisa diterima masyarakat indonesia....
The sky is not always blue n sun doesn't always shine.It's alright to fall apart sometimes. But every endless night will turn to morning.
"Inna ma'al 'usri yusro"
SEMANGATTT.......
Posted by: ninuch | December 14, 2007 05:36 PM
Hmm.. saya nonton film-nya aja dah klo gitu...
Posted by: Reza Yudha | December 15, 2007 04:17 AM
Mas Hanung, Semangat ya...saya penggemar setia film-film besutan tangan dingin seorang mas Hanung Bramantyo. Saya sangat appreciate dengan segala usaha Mas Hanung terhadap pembuatan film barunya "Ayat-ayat Cinta". Jarang film lokal disuguhi cerita islami nan menyentuh hati dan mengangkat kisah seorang pemuda soleh yakni Fahri dengan segala kesahajaannya dan kepolosannya. Saya rasa tidak hanya masyarakat Indonesia yang notabene Muslim/Muslimah saja yang menonton Film ini, tetapi juga bisa ditonton oleh masyarakat lainnya yang berasal dari kalangan non Muslim. Cerita unik dan menggelitik yang membuat penasaran masyarakat dan menginterpretasikannya secara audio visual yang diambil dari Novel Ayat-ayat Cinta...
Good Job Mas, Semoga sukses dan tetaplah berkarya menampilkan sesuatu yang terbaik buat bangsa ini...
Ditunggu filmnya...
Wassalaamu'alaikum Wr Wb.
Posted by: yOuDHy bORnEo | December 15, 2007 08:07 PM
ass,
smoga mas hanung bisa buat ayat-ayat cinta jadi film yang bagus ya,
cerita nya jgn ampe gak nyambung ya dgn novel na, ntar fans na ayat2 cinta na jadi nyesel....
good luck ya..........
Posted by: naDYa cuteh | December 25, 2007 08:45 PM
gw setuju banget sm smua yang mas hanung bilang..
tentang tokoh fahri yang kyknya sempurna bgt..
jujur,, klo pun ada orang dengan pmahaman agamanya kyak fahri, gw justru malah sangsi,,
sosok fahri di novel tu rasa pengertiannya gde bgt,, dia ga maksain aisha untuk ngikutin gaya idup sederhanany fahri (dgan kata lain egonya sbg laki2 yg hrsny nentuin sgl sesuatu bwt keluarganya ia singkirkan)
(klo g jlas omongnya sorry!!hehe.. tp intinya gw ngedukung bgt mas hanung yg sedikit merubah karakter fahri di film AAC,, biar AAC g jd film yg menjual ksempurnaan alias mimpi)
trus waktu dia ngasih kado buat hadiah ulang taun nykapnya ma adenya maria,,
slama ini yang gw tau justru orang yg pmahaman agamanya kyak fahri justru g mau ikut merayakan ultah seseorang,, even cmn ngasih kado doang.
g yakin gw ada org kya gtu...
...jujur,, gw ga nangis waktu baca novelnya..cuman berkaca-kaca doang!! tp pas pertama bgt gw liat trailer AAC gw merinding!!! SUKSES buat mas Hanung! AAC bkalan jd film yg paling dikenang spanjang masa!!
gw jamin itu!! :)
Posted by: noEy'Z | January 3, 2008 08:54 AM
Ayat-Ayat Cinta The Movie di tayangkan di Malaysia juga?.. Harap ditayangkan di Malaysia juga ya.. ^^ insya-Allah..
Posted by: - Ar Rash - | January 4, 2008 05:01 AM
ass..
Smoga kang hanum mendptkan pahala dr Allah SWT. akhirnya AAC keluar jug filmnya. kapan nih bikin film dr karya kang Abik lagi,kaya KCB 1&2...
Posted by: vic | January 10, 2008 12:56 AM
TEBAK GAMBAR
Mas Hanung, gambar pyramid di atas hasil jepretan foto atau animasi?
Coba perhatikan gambar awan yg ada di atas piramida.
Awan tsb membentuk wajah seorang lelaki yg sedang tersenyum ke sisi kanan kita.
Ada telinga, mata, dan bibir yg mengembang...
Ataukah saya yg terlalu berimajinasi?
Wallahu a'lam.
Semoga AAC sukses Mas!
Posted by: sidiqgandi | January 10, 2008 02:51 AM
SEMANGAT, jangan PAntanG menyerah, Bravo MAs Hanung
Posted by: puspa | January 11, 2008 07:32 PM
Mas Hanung..
Kapan Film nya tayang di bioskop?
Uda ga sabar ni!
Posted by: Ace | January 11, 2008 10:34 PM
ass. wr wb.
apa kabar mas hanung ?
jangan lama2 bersedih yah.
insta allah apa yg mas hanung udah perjuangkan pasti menghasilkan buah yg manis.
emang awalnya agak ragu, takutnya beda bngt ama novelnya.tp stlh membaca perjuangan mas selama ini, aku jd salut banget.sekarang aku gak bakalan nyaci maki film2 yg udah dibikin susah payah. kecuali kl film nya aneh en terlalu dibuat buat.
jgn terpaku ama film2 yg layak jual aja tp harus mengandung pesan.jd setelah kluar bioskop kita dapat suatu pelajaran baru.
oh yah salam buat para pemain dan krunya. setelah selesai film ini jgn lantas berubah krn omongan orang tetaplah jd diri sendiri.hidayah setiap orang itu waktu dan caranya datangnya berbeda2.
terus berjuang yah.
wass.wr.wb.
Posted by: sasti | January 21, 2008 08:01 PM
saya harap juga seperti yang diulas mas hanung. saya ingin tokoh fahri tidak sesempurna rasul atau bahkan malaikat, tapi sama seperti manusia biasa yang punya kelemahan dan kealpaan.
ada satu novel (2 mungkin, karena ceritanya nyambung) yang dikarang oleh ari nur. yang judulnya diorama sepasang albana sama dilatasi memori. kayaknya itu manusia banget tokohnya. bagus banget klo dibikin film. selain itu mengangkat ttg dunia arsitek juga. jarang-jarang kan film indonesia yang mengangkat tema arsitek yang kentel banget. pokonya chayo deh mas hanung, film AAc nya ko ngaret ya? ini udah awal 2008. mau akhir januari malah, ko filmnya masih blum edar sih mas ... i am waiting niiii....
makasih banyak ya mas u film-film nya ...
great !!!
Posted by: just i am fath | January 21, 2008 11:01 PM
ASs....,mas HaNung,setelah saya baca blog nie,,saya jd faham,knpa AAc ditunda penayangannya,,,,saya yakin mas,kl mas yang bikin nie film,,pasti bakal suXes dan jadi film terfavorit d taun 2008..,dan saya gag bakal telat deeh bwt nonton AAc,,,
suxes bet mas hanung dan perfilman Indonesia..
Posted by: fiNa | January 25, 2008 07:27 PM
assalam kang hanung
makasih banget mau menjadikan novel AAC mjadi sebuah film. mog2 film ini bs mbuka hati qt sbg umat muslim dan sbgi bangsa Indonesia.
keep the spirit of moslem ya kang
wass
Posted by: manda | January 31, 2008 01:33 AM
Assalamu'alaikum......
Mas Hanung,,dah lama banget nch nunggu Ayat-ayat cinta nya koq lom tayang2 sch????? tgl 28 itu dah pasti or Lom????? Serentak d bioskop seluruh Indonesia kan????
Buat K'Fedi,,semangat!!!! Saya dukung K'Fedi yg jd Fahri... Mas Hanung mang ga salah pilih orang... Semangat Mas Hanung!!!! Thanks ya dah jadiin k'Fedi sbg Fahri....
Sukses selalu.......
Posted by: EttY | February 2, 2008 11:43 PM
ass..
lama bget nii, kok blum tayang di jambi??
Posted by: heszzzttttt | February 8, 2008 02:01 AM
smoga film ini bisa membuat smua insan beragama jadi damai...bkannya malah sombong2an en meninggikan agama masing2 ya mas hanung :)
-binyo-
Posted by: DheeAnPART Two | February 13, 2008 07:42 PM
assalamu'alaikum........
semua hal yang dijadikan Allah SWT tentu mengandung manfaat yang luar biasa..
begitu pula karunia yang diberikan Allah SWT kepada kang abik melalui AAC...
memang, Fahri klo dliat seolah sempurna...
tapi sebenarnya tidak juga...
coba dicermati lagi baik-baik..
novel pembangun jiwa...
akan berarti bila setelah membaca dan menelaah semua makna yang terkandung didalamnya kita coba hadirkan pula dalam keseharian kita...
novel pembangun jiwa...
berbeda dengan novel2 lainnya...
sosok Fahri dengan segala hal baik yang dimilikinya sengaja diciptakan kang abik agar kita termotivasi untuk mencoba berubah menjadi lebih baik..
kang abik mencoba memberikan ilmunya melalui ini...
begaimana keseharian sosok ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari...
belajar memahami Al-Qur'an, bekerja keras, pantang mengeluh, pantang sia-sia, pantang menjadi beban, pantang berdusta, pantang kotor hati, manajemen waktu, pemetaan hidup...dll
semuanya adalah hal-hal yang sengaja dimunculkan untuk coba kita tiru dan amalkan..
jadi, penempatan tokoh Fahri yang seperti itu adalah baik..
kang abik ingin mengajarkan kita dengan hal-hal yang baik dan dapat diterapkan...
itulah maksud
NOVEL PEMBANGUN JIWA
wassalamu'alaikum....
Posted by: FaZLi | February 18, 2008 08:56 AM
Benar kata Fazli..
Kenapa kita takut menjadi sempurna? Dan justru takut orang tak menyukai kita karena adanya gambaran kesempurnaan?
Ah...entahlah.. Jaman sekarang justru tokoh yang hancur berantakan, gokil, punya pemikiran-pemikiran ajaib, konyol yang membuat kita senang..
Kesempurnaan semakin terasa membosankan...
Sudah dekatkah Kiamat?
Atau kiamat sudah dekat..?
Allahu'alam..
Posted by: Shafira | February 23, 2008 04:35 AM
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
alhamdulillah...
saya sudah menonton AAC..
selamat buat mas hanung atas usahanya...
cukup terlihat kerja kerasnya...
suasananya dapat terbangun..
yah, tentunya sangat sayang karna tokohnya indonesia smua...
point2 dakwah juga alhamdulillah masi cukup banyak terlihat dalam filmnya...
tapi, saya sangat menyayangkan terhadap penokohan karakter fahrinya...
jujur, jadi sedih rasanya fahri jadi digambarkan seperti itu...
malah lebih bijak saiful daripada fahrinya...
bukan menjadi tokoh tandingan...
point dakwah penting yang hilang disini adalah "menundukkan pandangan..."
padahal point seperti ini yang saya harap dimunculkan....
bagaimana hubungan antara ikhwan dan akhwat....
saya sudah membaca pada suatu artikel yang menyebutkan bahwa banyak point dakwah yang harus dikurangi ketika pembuatannya film ini...
tapi tadinya saya harap point penting ini tak hilang...
yang ada malah kebalikannya...
smoga jadi masukan buat film2 dakwah berikutnya...
"menundukkan pandangan...."
bagaimanapun, mas hanung sudah luar biasa...
andaikata saya belum membaca novelnya, film ini bagus sekali...
benar2 bisa memberikan seteguk air zam-zam di padang sahara perfilm-an indonesia...
semoga film2 bernuansa dakwah berikutnya terus bermunculan...
mungkin "Ketika Cinta Bertasbih" di filmkan..
insyaAllah....
btw, selamat mas hanung....
buat kang Abik...
terus goreskan karyamu untuk membangun jiwa kami...
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Posted by: FaZLi | February 24, 2008 11:44 PM
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
alhamdulillah...
saya sudah menonton AAC..
selamat buat mas hanung atas usahanya...
cukup terlihat kerja kerasnya...
suasananya dapat terbangun..
yah, tentunya sangat sayang karna tokohnya indonesia smua...
point2 dakwah juga alhamdulillah masi cukup banyak terlihat dalam filmnya...
tapi, saya sangat menyayangkan terhadap penokohan karakter fahrinya...
jujur, jadi sedih rasanya fahri jadi digambarkan seperti itu...
malah lebih bijak saiful daripada fahrinya...
bukan menjadi tokoh tandingan...
point dakwah penting yang hilang disini adalah "menundukkan pandangan..."
padahal point seperti ini yang saya harap dimunculkan....
bagaimana hubungan antara ikhwan dan akhwat....
saya sudah membaca sebelumnya yang menyebuitkan bahwa banyak point dakwah yang harus dikurangi ketika pembuatannya...
tapi tadinya saya harap point penting ini tak hilang...
yang ada malah kebalikannya...
smoga jadi masukan buat film2 dakwah berikutnya...
menundukkan pandangan....
bagaimanapun, mas hanung sudah luar biasa...
andaikata saya belum membaca novelnya, film ini bagus sekali...
benar2 bisa memberikan seteguk air zam-zam di padang sahara perfilm-an indonesia...
semoga film2 bernuansa dakwah berikutnya terus bermunculan...
mungkin "Ketika Cinta Bertasbih" di filmkan..
insyaAllah....
btw, selamat mas hanung....
buat kang Abik...
terus goreskan karyamu untuk membangun jiwa kami...
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Posted by: FaZLi | February 24, 2008 11:46 PM
assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
alhamdulillah...
saya sudah menonton AAC..
selamat buat mas hanung atas usahanya...
cukup terlihat kerja kerasnya...
suasananya dapat terbangun..
yah, tentunya sangat sayang karna tokohnya indonesia smua...
point2 dakwah juga alhamdulillah masi cukup banyak terlihat dalam filmnya...
tapi, saya sangat menyayangkan terhadap penokohan karakter fahrinya...
jujur, jadi sedih rasanya fahri jadi digambarkan seperti itu...
malah lebih bijak saiful daripada fahrinya...
bukan menjadi tokoh tandingan...
point dakwah penting yang hilang disini adalah "menundukkan pandangan..."
padahal point seperti ini yang saya harap dimunculkan....
bagaimana hubungan antara ikhwan dan akhwat....
saya sudah membaca sebelumnya yang menyebuitkan bahwa banyak point dakwah yang harus dikurangi ketika pembuatannya...
tapi tadinya saya harap point penting ini tak hilang...
yang ada malah kebalikannya...
smoga jadi masukan buat film2 dakwah berikutnya...
menundukkan pandangan....
bagaimanapun, mas hanung sudah luar biasa...
andaikata saya belum membaca novelnya, film ini bagus sekali...
benar2 bisa memberikan seteguk air zam-zam di padang sahara perfilm-an indonesia...
semoga film2 bernuansa dakwah berikutnya terus bermunculan...
mungkin "Ketika Cinta Bertasbih" di filmkan..
insyaAllah....
btw, selamat mas hanung....
buat kang Abik...
terus goreskan karyamu untuk membangun jiwa kami...
wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Posted by: FaZLi | February 24, 2008 11:48 PM
aq sk.................................................... bgt ama filmx apalagi pemainx ckp2................................................
Posted by: Puzt | March 3, 2008 10:58 PM
mas hanung... film'a bagus bgt.
wlopun sy blm pnh baca novel'a..
saya merasa batin saya ikut terbawa dgn kisah2 rumit yg di hadapi fahri.
1 adegan yg paling saya kagumi ketika fahri didalam penjara yg membutuhkan kekhusyukan dlm solat'a.. krn sy sndri bs merasakan kesedihannya.
oh ia.. 1 lg. selain cerita'a, mata sy dimanjakan melihat pmndangan mesir.hehe
Posted by: nophnoph | March 4, 2008 02:25 AM
Great job...film yang bagus ditengah gersangnya film indonesia yang berkualitas. Ada rencana untuk memutar film ini di mid east enggak bos...kalo melihat tema dan settingnya kayaknya bakalan booming juga..selamat dan terus berkarya bos
Posted by: muhammad | March 4, 2008 02:10 PM
seisi rumah saya ajak nonton filmnya AAC. Cukup dua kata " TOP BGT ".
Truss berkarya !!!
Posted by: zuwl | March 5, 2008 06:07 PM
Saya setuju dengan mas hanung..fahri di novel terlalu perfect..nyaris tanapa cacat..pada paruh pertama novel..
saya harap mas hanung terus memberi karya yang bermutu
Posted by: Eisen | March 7, 2008 01:33 AM
mas hanung...saya baru saja nonton film ini...seneng,,bagus! good job!
seneng ngeliat sosok Riyanti yang bisa bener-bener berbeda...*cuantik bgt...Riyanti pake cadar terus ajah iiiaaa???? maunya...hehe*
dan setelah nonton film ini aku jatuh cinta bgt ama sosok Aisha.
menrutku yg perfect malah justru bukan fahri (kalo diliat filmnya,,,) tapi yg perfect itu aisha. entah kenapa aku di filmnya agak kurang respect sama maria.
padahal aku salut bgt ma ending waktu maria meninggal,,,dia meninggal dengan cara yg bener" mulia (di novel) ngga pake acara ngebuat aisha sakit hati....
intinya, di film, yg terTOP itu aisha, dia lakuin dan jabanin semua hal sampe harus ngrelain suaminya cuma buat suaminya bahagia,...lha maria? cuma gara" ditinggal fahri aja nyampe sakit parah....gajebo!!!
hehe sedikit subjektif sih..
tapi at all filmna bagussss...selamat ya mas!
Posted by: iiiIIInntaan | March 7, 2008 02:12 AM
The Best Indonesian Movies!!!!!
Alhamdulillah..
Thanks banget udah menggarap Filmnya!!
FiLm seperti ini adalah film yg udah lama ditunggu...
btw,, Jadi berharap, Laskar Pelangi bisa dijadikan FiLm juga ga y??
ditunggu banget Loh..
saya bisa percaya bila digarap oleh Mas Hanung!!!
Posted by: Maryam | March 7, 2008 06:27 PM
Syukur alhamdulilah
mas sudah merubah pola pikir bangsa indonesia mengenai kejujuran ikhlas dan sabar.
Dakwah lewat film ....
itu dapat menjadi alat dakwah bagi bangsa kita yang sedang kacau
kalau filmnya kukira lebih bagus daripada novelnya.
sukses selalu mas
Posted by: Guruh | March 7, 2008 07:40 PM
^_^
baru jelas sekarang, kenapa Filmny aga beda dengan Versi Novelnya :)
Saya sudah baca novelnya dr awal, Jujur sy aga kecewa setelah lihat filmnya.
Tapi setelah baca posting ini dan posting kisah produksi AAC, sy jadi mahfum :)
Kita tunggu karya Lainnya Mas..
Well Done :D
Posted by: CoLiq | March 13, 2008 05:14 PM
mas Hanung saya sangat menyukai novel or film AAC...coz karna setelah aku baca novel AAC hidup aku tuh jadi Lbih tenang dari yang sebelumnya.
makasih ya mas dah nyiptain novel sebagus itu.
Posted by: wNfien | March 15, 2008 01:33 AM
q salut ma mas HAnuNg tu FilM bagai air Di padang pasir bauat industri film di indonesia...
mau crita ny mas seorang penjaga perpustakaan da skul gue tu canttikk bgt pokonya teope begete gto deh
tapi sayang dia nasrani.......
sebenarnya temen2 gue juga sependapat ma gue..
tapi yang namanya hidayah...
gag disangkla-sangka
tu penjaga(20 th cew tulen..)
suatu ketika baca ayat2 cinta di pojokan.. pas sepi
eh gag taunya baru 2 hari yang lalu dia jadi mualaf...truz gue jga pernah denger dia tu susah banget mo dapetin tiket AAC..
gto critanya...
moga2 karya yang lain dapat menginspirasikan orang untuk kembali ke islam..
asssalamualaikum mas..hanung
Posted by: boy panuwun | March 22, 2008 01:59 AM
mas hanung, mas hanung bisa aja buat film AAc jadi membuming di Indonesia, trus berkarya dan berjuang dengan film reigi mu mas, kalo ada yang bilang AAC g baguz anggap aja tuh orang iri g bisa bwt film bagus n gak kenal dunia film. iya gak??? wish u luck.
Posted by: eef | March 29, 2008 12:06 AM
Salam.. aku da tgk ckit2 filem ya.. ckup baik bgt.. Plzz.. tayag d MALAYSIA yaa.. ramai peminat di cn tgu filemnya.. moga dteruskn karyanya begini mas hanung.. =)
Saudara Islami..=)
Posted by: syah | March 29, 2008 05:53 AM
Hahahahahahahagz. .
Keren banged filmnya, kata Kakak saya sih, filmnya gak sebagus novelnya, tapi filmnya juga keren karena bisa mengarah ke inti cerita.
Bang Hanung mungkin gak akan baca comment saya yang mungkin menurut bang hanung gak penting ini, tapi saya cuma mau bilang kalo film bang hanung keren banget, bukan cuma AAC tapi film-film lain kaya CAS, Jomblo, get married.
Suatu hari, InsyaAllah (jika Allah menghendaki), saya ingin seperti bang hanung yang bisa menciptakan film agama dan membuat para penontonnya bukan cuma terhibur, tapi juga terinspirasi, tergugah, terharu, bisa mendapat manfaat LEBIH dari filmnya yang ditontonnya. Bukan hanya mencari kesenangan, hiburan atau buang-buang duit belaka.
Wish u all the best brother.
Assalamualaikum.
Posted by: ' ' ' ' 'winni | March 31, 2008 07:06 PM
demi Allah film ini bagus banget....semua artis yang berperan disini semuanya sesuai dengan karakter yang diberikan. apalagi si fedi nuril cakep banget. seharusnya dia cinloknya sama rianty wae. tapi sama carissa juga boleh.....semoga kapan2 ada kelanjutannya lagi ya.......
Posted by: kiky | April 1, 2008 03:25 AM
Mas hanung sorry sy kmren nonton film AAC yg bajakan, soalnya sy gi diluar negri jdnya ga ada di bioskop sini.
skli lg sory ya
^_^
Posted by: leo | April 10, 2008 09:51 AM