WORKSHOP
Sebuah catatan kecil dari Workshop Penyutradaraan ...
5 hari sudah lewat. 5 hari yang gak pernah bisa aku lupakan. Mereka datang dari jauh. Surabaya, Bogor, bahkan Bantul-Jogjakarta (juga korban gempa jogja 9 bulan silam). Mengharukan. Selama lima hari itu aku benar-benar disadarkan bahwa membuat film merupakan aktifitas melelahkan dan membosankan. Tampak dari wajah-wajah mereka yang semakin memucat ketika melakukan praktek shooting film pendek. Tapi tidak ada yang mengeluh. Mereka tetap semangat. Sampai lupa waktu makan. Sampai mbak Maya (koordinator Workshop) harus teriak-teriak menyuruh makan. Akhirnya, setelah beberapa hari yang melelahkan itu, kami bisa melihat hasilnya. Diluar dugaan! Mereka membuat film lebih baik dari aku saat semester dua di IKJ. Padahal tugas yang aku berikan sama dengan yang pernah aku dapat di semester 2. Yaitu membuat film pendek durasi 5 menit, dengan kamera handycam, tanpa suara, dengan edit di kamera. Semula mereka sulit memahami sebuah film yang dibuat tanpa suara dan diedit di kamera. Tapi setelah mereka melakukan, mereka menjadi mengerti bahwa awal pertama kali film ditemukan belum ada teknik suara dan editing.
‘Mencoba memahami film dalam arti yang sebenarnya’ adalah motto yang sengaja aku berikan di Workshop. Penting untuk dipahami bahwa Film bukan hanya yang diproduksi Hollywood, Sinemart, Miles, Rexinema, Star Vision atau Multivision. Film juga bukan hanya yang ada di gedung bioskop 21 yang apabila kita menonton harus bayar tiket. Tapi Film, adalah bahasa gambar (dan suara). Seperti kita menulis surat cinta. Jika kebiasaan kita menulis menggunakan kata-kata, maka di film, sutradara menulis dengan kamera, tata cahaya, aktor, props dan Suara. Tentunya mau tidak mau aku harus memulai workshop itu dengan sejarah film. Wuih! Hari pertama yang melelahkan dan membosankan, buatku. Bicara sejarah film dan teori film dalam waktu 5 jam. Materi yang pernah aku dapatkan selama 8 semester di IKJ, di kerutkan dalam 5 hari. Sangat ambisius! Tidak heran jika temen-temenku menilai workshopku ini sia-sia. Buang-buang waktu dan uang. Tapi biarlah. Aku yakin mereka bukan anak bodoh. Mereka sadar bahwa workshop bukan jalan pintas menuju sukses. Gurumu adalah dirimu sendiri, begitulah Teguh Karya selalu bilang ke semua murid-muridnya. Termasuk bilang ke aku. Jadi dalam workshop, aku bukan guru, sekalipun aku menyampaikan materi. Ketika mereka sukses membuat film, bukan karena aku. Tapi karena mereka punya bakat dan ketekunan. Aku … hanya perangsang saja.
Aku bilang ini awal yang mengagumkan. Selanjutnya, aku berharap akan ada terus. Tentunya tergantung apakah workshop ini ada peminatnya. Sebab ada beberapa teman dan calon peserta mengeluh dan nyinyir kenapa harus membayar 1,5 juta. Yah, aku harus minta maaf dengan sangat. Ada yang bilang Uang bukanlah ukuran keberhasilan. Puluhan pengangguran di Indonesia bukan didominasi mereka yang tidak berpendidikan. Banyak juga yang sarjana. Artinya, ada pengorbanan materi untuk ‘Pendidikan’. Dalam Formal maupun non Formal. Bukan tidak pernah sama sekali aku mengajar tanpa di bayar. Pernah aku sampai Makasar maupun Banjarmasin untuk mengajar tanpa bayaran. Hanya transportasi, hotel dan makan saja yang ditanggung. Pernah juga aku membuka kelas gratis di Dapur Film Community. Ah, kita tidak akan pernah selesai secara bijak jika melihat sesuatu diukur dari besar kecilnya materi. Toh, uang 1,5 juta juga akan kembali ke peserta dalam bentuk sewa kamera, makan-minum dan kelas yang layak. Justru dengan membayar 1,5 juta, para peserta menjadi semangat. Karena pernah terjadi ketika aku buka kelas gratis di Dapur Film Community peserta menjadi tidak serius. Datang terlambat. Selalu beralasan jika tidak datang. Ah, sekali lagi, kita tidak akan pernah selesai dengan bijak jika mengukur segala sesuatu berdasarkan besar kecilnya materi.
5 hari sudah lewat bersama peserta. Sebentar lagi mereka akan mendapatkan sertifikat dan kesempatan magang di film-filmku. Mereka juga bisa belajar film di tempat lain atas rekomendasiku. Mereka bukan lagi orang baru di film dengan pemahaman Nol. Hal ini tentunya akan mempermudah produksiku maupun produksi yang lain dimana nantinya mereka akan magang. Jujur saja, kadang aku direbetkan sama anak-anak magang yang tidak tahu apa-apa tentang film. Oleh sebab itu workshop ini dibuat. Salah satunya sebagai pra kondisi bagi mereka yang akan magang. Usai workshop bukan berarti selesai Tanya-jawab. Selesai belajar. Bagi yang memilih tidak magang tapi langsung membuat film sendiri, aku akan dengan senang hati menjadi tempat bertanya. Bukankah esensi belajar itu justru di Tanya-Jawab itu sendiri? Menurutku, itulah makna sebenarnya sebuah Workshop.

Huaa.. Mas Hanung! Beneran ya kalau nggak nyangka gitu kita bikin film se...(bagus of jelek) itu? You know, waktu Mas Hanung ama Mas Eric ngmg di hari terakhir workshop.. aku pikir cuman basa basi aja.. aku pikir you were trying to encourage us by saying positive things only. Sorry if I was wrong.
Another thought, did u make this blog to attract another participant? hahaaaaa... You must be in Thai right now!
Posted by: KaRin | March 15, 2007 07:30 PM
Awalnya malah aku kepikiran workshopnya itu cuma sekali aja. Cuapek! and borring! Tapi ternyata para pesertanya antusias. Dan hasilnya juga diluar dugaan. Fariatif. Aku jadi semangat. Mas Erik juga tuh.
Posted by: Hanung | March 19, 2007 11:30 PM
Pasti wajah paling pucat seperti yang mas hanung bilang adalah wajahku.Hua..ha..ha.
Wajah yang kentara gak pernah berusaha bersentuhan dengan kamera, sebelumnya. But, well aku menikmati proses diriku yang terlihat hina dina itu. Karena aku yakin belajar tak pernah mengenal kata terlambat.
Beruntung Allah menuntun jalanku menemukan guru hebat yang bersahaja untuk menopang proses belajarku menegnal diri sendiri. Hopefully, it is not the end of our relationship as student and teacher. Amin
Posted by: tami | March 22, 2007 07:21 AM
Wajah yang paling pucat saat itu pastinya wajahku. Hua..ha.ha.
Wajah yang gak pernah berusaha bersentuhan dengan kamera sebelumnya.
But, anyway, aku menikmati banget proses diiku yang terlihat begitu hina dina itu. aku yakin, belajar emang gak pernah punya tempat untuk kata terlambat.
Beruntung Allah mempertemukan aku dengan guru hebat (walau sangat abstrak dan otak kanan, kadang-kadang. He..he)dan bersahaja seperti dirimu. Hopefully, it is not the end of our relationship as teacher and student. Amiin
Posted by: tami | March 22, 2007 07:48 AM
hmmm, aku malah gak ngerti wajah pucat seperti apa yang kamu tampakkan, Tami. Soalnya kamu pake jilbab. Yang aku liat dari wajahmu malah keteduhan hati ... hahahaha ...
Posted by: Hanung | March 22, 2007 09:50 AM
wah mas hanung salam kenal yah.. setelah baca blognya jadi pengen ikutan Workshop Penyutradaraan nih.. ehehhe BTW gimana kalo sambil garap AAC (ayat-ayat cinta) di kairo nanti mas luangkan sedikit waktu untuk mengadakan Workshop hehehe di tunggu di kairo mas yah.. :D
Posted by: Mautzz | March 24, 2007 03:14 PM
mas hanung...klo membuka workshop lagi tolong hubungi aku...aku kepingin ikut,tp baru tau skrg (sdh telat ya??)
Dibuka lagi donk mas workshopnya.
mas hanung bs email/YM/FS aku: tebe_2604@yahoo.com
Sukses buat mas dan rekan2 Sineas Indonesia....Maju terus film indonesia........cayoooo
Posted by: Tebe | April 6, 2007 10:01 PM
mas hanung workshopnya lagi kapan??????.....banyak yang ngantri di belakang tuh....
kita
Posted by: ricky | May 3, 2007 09:07 AM
mas, aku suka video clip melly.
ga dateng ke sby aja. bkin workshop dsani.
soalnya be2rapa tmen kberatan brnkt ke jkt.
thank's
Posted by: ego | July 14, 2007 10:54 AM
bener banget segala sesuatu memeng harus berkorban,tapi kapan ada workshop lagi mas aku juga pengin ikut,bagaimana caranya? dan dmana tempatnya dan kapan jatuh harinya...!!!serius mas kasi kabar ya kalo kelAsnya dah dimulai.
Posted by: moel | September 17, 2007 10:12 AM
Moel dan Ego. terim kasih buat keinginannya ikut workshop. Tapi maaf, untuk menyelenggarakan di luar Jakarta, saya masih belum mampu. Pengen rasanya. Tapi bisa juga dengan cara, kamu selenggarakan sendiri, dan saya diundang sebagai mentornya. Anak-anak Makasar dan Banjarmasin pernah berbuat begitu. Dan saya pasti bantu. Insya Alloh Workshop mendatang diselenggarakan setelah lebaran.
Posted by: Hanung | September 21, 2007 07:19 AM
mas Hanung,di DapurfiLmCommunity buka kesempatan buat anak magang ga?saya sangat tertarik dengan dunia film,apalagi karya2 mas Hanung!saya ga pernah bosen buat nonton berulang2 dan saya ingin mendapatkan pengalaman serta ilmunya. Saya ingin lebih dekat lagi dengan dunia film.kuliah saya di Fikom Unpad jurusan Broadcasting,tema TA yang ingin saya ambil adalah Film.Mohon sekiranya mas Hanung memberikan tanggapan.Makasih sebelum dan sesudahnya mas. MAJU TERUS PERFILMAN INDONESIA..!!!
(Winar-Fikom_Unpad)
Posted by: wiNaR | September 27, 2007 12:09 AM
oia selamat dirilisnya get married, mas hanung emang okeh dech, aku lagi nunggu karya experimen mas hanung dengan tema horor yg kalo gak salah di bulan november ya? legenda sundel bolong aku berharap mas hanung punya selera yang beda dari menu-menu horor yg sudah ada...oia kapan lagi tuch diadakan workshopnya????
Posted by: bona | October 7, 2007 01:18 PM
mas aku tunggu workshop terbaik mu di kota Bogor!!! i'm always waiting....mas mau tau ga??(harus tau yah).....aku buat Blog dengan judulnya HANUNG IS MY IDOL...gpp kan!!
Posted by: handi | December 29, 2007 11:37 PM
Woii..... Kutan Workshop dong tuk nambah skill n' reach My Dream coz gua punya project film di yayasan gua tentang kemerosotan pendidikan di indonesia tuk di kirim ke jerman n' Australia
Posted by: Aris | January 4, 2008 10:25 PM
qu juga pernah jadi craft service di Sayekti Dan Hanafi please yee..... and bikin something Great for make proud our country keep on Rockin'
Posted by: Aris | January 4, 2008 10:29 PM
gua ga kan pernah lupa film yang buat gua jadi sorang yang great That's Catatan Akhir Sekolah
Posted by: Aris | January 4, 2008 10:42 PM
jd,,
kapan dunk aac tayang dii bioskop.
pngn betth nii nnt film na ???
Posted by: efeKzz | January 26, 2008 12:54 AM
jd,,
kapandh nii film na bakal tayang dii bioskop ?
cuz,,
q pnasaran brad nii ma tuu film ! hoho
Posted by: efeKzz | January 26, 2008 12:56 AM
jadi pengen ikut workshopnya juga nih...
btw mas hanung pernah ke banjarmasinnya...
yah sayang...
Posted by: amanker | February 11, 2008 05:18 AM
seperti mimpi ketika saya harus bertemu apalagi menjadi peserta workshop mas Hanung..tapi bukan itu yang paling penting buat saya adalah berbuat demi kepentingan dengan menyampaikan pesan POSITIF lewat Film dimanapun kita berdiri film tetaplah menjadi bahasa universal yang mengugah naluri setiap insan dimanapun juga (THE FILM CAN Be A WEAPON) :Taufana (pejuang film pendek Dari kota kecil Jember Ingin dan sangat berminat mengikuti WORKSHOP ini)
Posted by: taufana | April 15, 2008 07:29 AM
ass. konon ceritanya mas hanung pingin bikin film biografi, KH Ahmad Dahlan... aku dukung buanget... moga aja, sespektakuler AAC..
Posted by: tantri | April 22, 2008 05:25 AM
mas hanung aq pengen banget ikut workshopnya di dapur film seperti temenku hestu yang selesai ikut workhsop dan balik ke jogja dan aq lihat banyak banget perubahanya pada saat kita sama2 prduksi bikin film indie hasil direcatnya sangat bagus dan beda dari hestu yang dulu sebelum ikut workhsop di dapur film
Posted by: kurnia | April 23, 2008 08:44 AM
mas hanung kapan neh ngadain workshop penyutradaraan??
pengen ngikut neh,syg bgt kmaren ga tau britanya......
Posted by: helmi a nugroho | June 14, 2008 11:56 AM
kalo ga ya sekali2 brangkat ke jogja,ngadain workshopnya di jogja aja........
bantu donk sineas2 mataram mendalami dunia film...
gmna pak sut??
aku pgn jadi sutradaraaaaaaaaaaaaaaaaa neh.........
Posted by: helmi a nugroho | June 14, 2008 12:03 PM